Begal di Kota Bandung Melibatkan Anak Muda, Farhan Khawatir Ada Rekrutmen Khusus
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti keterlibatan anak di bawah umur dalam sejumlah kasus begal yang terjadi akhir-akhir ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti keterlibatan anak di bawah umur dalam sejumlah kasus begal yang terjadi akhir-akhir ini.
Dia mengatakan, Pemkot Bandung bersama aparat penegak hukum tidak akan membiarkan aksi kriminalitas jalanan terus terjadi. Setiap pelanggaran hukum tetap akan ditindak, meski mekanisme penanganannya berbeda ketika pelaku masih berusia di bawah umur.
"Kalau sudah melanggar hukum, kita pasti tindak. Tetapi penindakannya berbeda, karena mereka adalah pelaku di bawah umur. Jadi ada perlindungan khusus," kata Farhan, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, fenomena pelaku begal yang masih berusia belasan tahun menjadi perhatian serius. Pihaknya pun mengkhawatirkan anak-anak tersebut tidak hanya melakukan tindak kekerasan secara individu, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan kelompok tertentu memperluas jaringan kriminal.
"Nah itu yang saya khawatirkan. Makanya, jangan-jangan upaya-upaya untuk tindakannya mereka ini dijadikan sebagai upaya untuk rekrutmen masuk ke dalam kelompok-kelompok kekerasan," ucapnya.
Farhan menilai, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum. Pemerintah dan aparat, juga perlu melihat faktor yang mendorong anak-anak muda terlibat dalam aksi kekerasan termasuk lingkungan pergaulan dan kondisi sosial yang memengaruhi mereka.
Terkait meningkatnya kasus begal di Kota Bandung, dia menyebut ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu. Salah satunya adalah tekanan ekonomi, dan pola peningkatan kekerasan yang kerap terjadi saat memasuki masa libur sekolah.
"Ada beberapa hal. Satu, tekanan ekonomi. Dua adalah karena memang siklus setiap memasuki libur sekolah ini, pasti agak tinggi tingkat kekerasan ini. Nanti begitu sekolah mulai, akan turun lagi," ujar dia.
Menuruntya, pemerintahan kota bersama jajaran kepolisian memastikan penanganan kasus begal akan terus dilakukan. Setiap kejadian, akan diekspos sebagai bentuk transparansi sekaligus mengingatkan masyarakat tetap waspada.
"Saya bersama pak kapolres sudah berkesepakatan, setiap kejadian begal itu memang kita ekspos. Tujuannya satu, kita waspada. Dua, para aparat juga sudah melangsungkan penindakan," jelasnya.
Selain penindakan, keberadaan tim anti begal dan dukungan aparat kepolisian disebut turut memperkuat respons terhadap aksi kriminalitas jalanan. Pihaknya memastikan, setiap laporan kejadian akan segera ditindaklanjuti.
"Kalau sekarang ada begal, kita pasti langsung tangkap, tangkap dan tangkap. Kalau tidak ada itu, jauh lebih parah lagi," tegasnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda melihat perkembangan situasi keamanan di Kota Bandung.
Editor : Doni Ramdhani

