Begini Kronologis Polisi Astana Anyar Gulung Komplotan Pencuri Ponsel

INILAH, Bandung – Aparat Polsek Astana Anyar meringkus tujuh pelaku pencurian di toko ponsel. Bagaimana kronologis terbongkarnya gerombolan ini?

Begini Kronologis Polisi Astana Anyar Gulung Komplotan Pencuri Ponsel

INILAH, Bandung – Aparat Polsek Astana Anyar meringkus tujuh pelaku pencurian di toko ponsel. Bagaimana kronologis terbongkarnya gerombolan ini?

Kapolsek Astana Anyar Kompol Wendy Boyoh menjelaskan, penangkapan komplotan ini berawal dari adanya kejadian pencurian sebuah toko ponsel di Kelurahan Cibadak, Kota Bandung, pada 29 Desember 2019. 

Pencurian itu diduga dilakukan secara sistematis. Pasalnya, para pelaku beberapa hari sebelum melakukan aksinya telah mengintai toko tersebut.

Para pelaku diketahui masuk ke toko dengan cara membobol tembok toko. Setelah itu mereka menggasak seisi toko ponsel tersebut dengan total kerugian toko Rp380 juta.

“Total ponsel yang di curi komplotan ini berjumlah 150 ponsel,” ujar Wendy.

Kemudian, lanjut Wendy, pemilik toko pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Setelah mendapat laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa beberapa saksi.

Hasil pemeriksaan terhadap komplotan ini, Kapolsek menuturkan mereka telah melakukan aksi pencurian lebih dari dua kali, di Kota Bandung.

Mereka yang diamankan diantaranya Wahyu Widio alias Wiwid warga Semarang, Abdul Kodir alias Ijal, Kuspriadi alias Adi, Dedi Setiadi, Usman alias Daeng, Rizal Kutub alias Mentong, dan Heru Dimas.

Namun mereka juga tercatat melakukan aksi pencurian di luar daerah. Petugas tengah melakukan pengecekan laporan polisi ke wilayah lainnya di Kota Bandung.

Dari pengungkapan ini pun, polisi turut amankan beberapa barang hasil curian diantaranya 14 ponsel dan satu sepeda motor. Polisi juga turut amankan peralatan yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan yakni dua linggis, satu bor, satu obeng, dan hardisk rekaman CCTV.

"Mereka menjual hasil barang curiannya dengan total Rp87 juta kepada seorang penadah yang tengah dalam pengejaran anggota. Kita juga mengejar satu orang lainnya yang turut dalam kelompok Wahyu cs ini," ujarnya. (ridwan abdul malik)
 


Editor : Zulfirman