Bekali Siswa dengan Pondasi Agama, SMK Mandala Putra 1 Cipatat Kini Miliki Pontren Madinatul Ulum Al-Fatah
Mulai terkikisnya kualitas akhlak generasi muda saat ini kerap menjadi kekhawatiran para orang tua mengingat hal itu menjadi pondasi dasar sekaligus modal untuk menjalani kehidupan di masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Mulai terkikisnya kualitas akhlak generasi muda saat ini kerap menjadi kekhawatiran para orang tua mengingat hal itu menjadi pondasi dasar sekaligus modal untuk menjalani kehidupan di masyarakat.
Sebagai wujud nyata meningkatkan kualitas akhlak kepada generasi muda, SMK Mandala Putra 1 Cipatat menambahkan pendidikan pondok Pesantren (Pontren) sebagai sarana khusus bagi para siswa nya untuk memperdalam agama yang diberinama Pondok Pesantren Madinatul Ulum Al-Fatah binaan Alfatah Temboro.
Langkah sekolah yang berlokasi di Kampung Kutalaksana, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diambil guna menguatkan pondasi pendidikan para siswa dari sisi kualitas keimanan menjadi prioritas guna melahirkan generasi yang berakhlakul karimah.
"Pondok Pesantren Madinatul Ulum Al-Fatah ini mempunyai visi Menuju Generasi Islam Yang Alim, Berjiwa Da'i, Berakhlak Mulia dan Taqwa," kata Kepala Sekolah SMK Mandala Putra Cipatat 1 yang sekaligus Kepala Pontren Madinatul Ulum Al-Fatah, Yunus kepada wartawan, Kamis 11 Mei 2023.
"Sedangkan untuk misinya, Mendidik Peserta Didik Menjadi Ahli Ilmu dan Mampu Mengamalkan Ilmunya, serta Melaksanakan Pendidikan yang Berorientasi Pada Terbentuknya Peserta Didik yang Berjiwa Da'i," sambungnya.
Dengan adanya penambahan pontren ini, sebut dia, diharapkan bisa mendorong peserta didik memiliki sifat memuliakan dan mengagungkan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Sunah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.
"Termasuk, membina peserta didik memiliki akhlak yang mulia, mengarahkan peserta didik untuk dapat berperilaku jujur, cakap, cerdas dan ikhlas dalam setiap amal," terangnya.
Kendati demikian, Yunus pun memastikan kegiatan pembelajaran formal di SMK Mandala Putra 1 Cipatat masih tetap berjalan, hanya saja pihaknya menambahkan pontren untuk melengkapi program pendidikan formal.
"Untuk pendidikan di Pontren Al-Fatah programnya santri mukim dan santri kalong. Sedangkan, untuk pendidikan formalnya antara lain SMP IT Madinatul Ulum Al-Fatah dan SMK Mandala Putra 1," terangnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, dengan adanya penambahan pendidikan agama melalui pendidikan pesantren, para siswa bisa betul-betul mempunyai ilmu yang bermanfaat di dunia maupun akhirat.
"Kalau kurikulum yang diterapkan di Pontren Al-Fatah, yakni Temboro. Sementara untuk kurikulum formalnya mengacu dari Dinas Pendidikan, yakni Kurikulum Merdeka," terangnya.
Lebih jauh Yunus menuturkan, Pontren Al-Fatah sudah berjalan selama dua tahun. Bahkan, akan masuk tahun ketiga dengan jumlah santri sebanyak 80 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Santrinya ada dari Lampung, Banten, Sukabumi dan untuk Bandung ada juga dari Lembang," tuturnya.
Dikatakan Yunus, untuk bisa menjadi santriawan dan santriwati Madinatul Ulum Al-Fatah bisa mendaftarkan diri melalui media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Serta, bisa melalui formulir pendaftaran.
"Untuk lulusan SD dan SMP bisa mondok di pontren sambil sekolah dan bisa menyelesaikan pendidikan pesantrennya antaran 8-9 tahun," bebernya.
Yunus menambahkan, banyak anak didiknya yang sudah bisa menghafal kitab, seperti nahwu shorof, hafalan Quran dari 5 hingga 20 juz.
"Semoga anak-anak yang lulus bisa mengamalkan ilmu yang selama ini dipelajari di pesantren, serta melahirkan hafidz dan hafidzah," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
