Belum Genap Sebulan, Penjualan Tiket Kerata Api Lebaran Tembus 42 Ribu
Sejak penjualan tiket Lebaran i dibuka pada 25 Januari 2026, puluhan ribu tiket kereta api di PT KAI Daop 2 telah terjual untuk keberangkatan berbagai relasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mulai mencatat tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api jarak jauh pada masa angkutan Lebaran 2026.
Sejak penjualan tiket Lebaran i dibuka pada 25 Januari 2026, puluhan ribu tiket kereta api telah terjual untuk keberangkatan berbagai relasi.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan hingga 10 hari penjualan sejak H-45 Lebaran, sebanyak 42.344 tiket kereta api telah terjual atau sekitar 32 persen dari total kapasitas yang disediakan.
“Sejak dibuka pada 25 Januari, penjualan tiket berjalan cukup baik. Ini kami lakukan agar masyarakat punya waktu lebih leluasa dalam menentukan rencana perjalanan mudik,” ujar Kuswardojo, Rabu (4/2/2026).
Untuk masa angkutan Lebaran tahun ini, KAI Daop 2 menyiapkan 24 perjalanan kereta api jarak jauh yang melayani rute menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Jakarta. Setiap harinya, tersedia rata-rata 12.992 kursi, dengan total kapasitas mencapai sekitar 285.824 tiket.
Menurut Kuswardojo, salah satu kereta api yang paling diminati masyarakat adalah KA Kahuripan relasi Stasiun Kiaracondong–Blitar. Tingginya minat penumpang membuat tingkat okupansi KA tersebut melampaui kapasitas normal.
“Hingga saat ini, tingkat keterisian KA Kahuripan sudah mencapai sekitar 165 persen. Selain rutenya panjang, tarifnya juga sangat terjangkau, hanya Rp84 ribu dari Kiaracondong sampai Blitar,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum ketersediaan tiket Lebaran tahun ini masih sebanding dengan tahun sebelumnya. Meski demikian, KAI Daop 2 tetap membuka peluang penambahan perjalanan apabila terjadi perubahan kebijakan libur dari pemerintah.
“Pengalaman sebelumnya, seperti saat Natal dan Tahun Baru, ada kebijakan work from anywhere yang membuat mobilitas masyarakat meningkat. Jika kondisi serupa terjadi, tentu kami akan menyesuaikan dengan menambah perjalanan kereta,” katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

