Benarkah BTS akan Merilis Album di Tahun 2025 dan Tur Dunia 2026 Mendatang?

BTS diprediksi akan merilis album di pertengahan tahun 2025 dan memulai tur dunia di tahun 2026 mendatangan.

Benarkah BTS akan Merilis Album di Tahun 2025 dan Tur Dunia 2026 Mendatang?
Boy grup BTS.

INILAHKORAN, Bandung - Lee Hwa Jung, seorang peneliti di NH Investment & Securities, baru saja meramalkan jadwal comeback BTS.

Ramalan ini dilihat setelah para Member BTS menyelesaikan tugas Wajib militer mereka pada Tahun 2025 mendatang.

Menurut Lee, boy grup global BTS tersebut diharapkan akan merilis Album penuh pada paruh kedua tahun 2025, sebuah tonggak penting untuk mendongkrak pertumbuhan pendapatan HYBE.

Lebih jauh, Lee memperkirakan bahwa BTS akan memulai Tur dunia pada tahun 2026 untuk memaksimalkan pengaruh dan keuntungan album tersebut.

J-Hope BTS juga mengisyaratkan comeback grup tersebut pada tahun 2025, dengan pernyataannya.

“Sebagai BTS, masih banyak yang perlu kami capai. Begitu kami bersatu kembali sebagai grup, saya yakin itu akan menciptakan dampak yang signifikan, menarik perhatian semua orang," kata J-Hope.

"Saya sangat menantikan momen saat kami berdiri di atas panggung bersama lagi. Saya ingin kembali dengan cara yang luar biasa dan berkata, 'Inilah kami. Ini BTS'," tutur J-Hope.

Dancer BTS itu melanjutkan, "meskipun saya tidak dapat berbicara mewakili semua member, saya percaya mereka merasakan hal yang sama seperti saya. Saya benar-benar senang melakukan ini dari lubuk hati saya."

Menyusul pengumuman ini, ARMY di seluruh dunia mengungkapkan kegembiraan mereka tentang rencana reuni BTS setelah wajib militer.

Sementara penggemar gembira dan menanti kembalinya idola mereka, banyak yang menyuarakan kekhawatiran tentang tantangan mendapatkan tiket untuk tur dunia.

BTS sebelumnya mengejutkan penonton dengan menjual lebih dari 175.000 tiket untuk dua konser besar di stadion Eropa dalam waktu kurang dari dua jam.

Alhasil, meski berita tentang tur dunia 2026 membuat penggemar gembira, ketakutan akan kehabisan tiket tetap menjadi kekhawatiran besar.***


Editor : Irma Nurfajri