Benarkah Pola Makan Bisa Menghilangkan Jerawat? Ini Penjelasan Dokter Kulit

Pola makan dapat memengaruhi kondisi kulit, tetapi diet bukan solusi utama jerawat. Simak penjelasan dokter soal susu, gula, whey, dan suplemen.

Benarkah Pola Makan Bisa Menghilangkan Jerawat? Ini Penjelasan Dokter Kulit

INILAHKORAN.IDpola makan memang dapat memengaruhi kondisi kulit, tetapi perubahan diet saja kemungkinan besar tidak cukup untuk menghilangkan jerawat.

Dilansir dari BBC, Dokter kulit konsultan Dr. Anjali Mahto menjelaskan, munculnya jerawat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor hormonal dan genetik. Karena itu, tidak semua orang akan mengalami perubahan kondisi kulit hanya dengan mengubah pola makan.

Meski demikian, pada sebagian orang, perubahan jenis makanan tertentu dapat membantu mengurangi munculnya jerawat.

Beberapa orang dilaporkan mengalami perbaikan kondisi jerawat setelah mengurangi konsumsi produk susu, terutama susu rendah lemak.

Selain itu, jerawat pada sebagian orang juga dilaporkan membaik setelah menghentikan konsumsi suplemen protein berbahan whey.

Namun, belum terdapat bukti yang cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh produk susu dapat memperburuk jerawat. Respons tubuh terhadap makanan juga dapat berbeda pada setiap orang.

Anggapan bahwa makanan berminyak secara langsung menyebabkan jerawat juga belum terbukti.

Sebaliknya, sejumlah penelitian menunjukkan adanya kaitan antara jerawat dengan konsumsi makanan berindeks glikemik tinggi serta pola makan yang banyak mengandung gula olahan.

Meski demikian, makanan tersebut tidak harus sepenuhnya dihindari. Konsumsi dalam jumlah wajar tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.

Mahto juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim bahwa makanan atau suplemen tertentu dapat “menyembuhkan” jerawat.

Probiotik, omega-3, zinc, vitamin A, dan vitamin E memang pernah dikaitkan dengan kondisi kulit yang lebih baik. Namun, bukti mengenai efektivitas suplemen tersebut untuk mengatasi jerawat masih terbatas.

Mengonsumsi suplemen tanpa kebutuhan yang jelas juga dapat menimbulkan efek samping. Karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan.

Penderita jerawat juga disarankan tidak melakukan perubahan pola makan secara berlebihan hanya demi mendapatkan kulit yang lebih bersih.

Jika jerawat terus muncul, semakin parah, atau mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri, konsultasi dengan dokter atau dokter spesialis kulit lebih disarankan. Penanganan dapat disesuaikan dengan penyebab dan kondisi masing-masing pasien.

jerawat bukan sekadar persoalan penampilan. Kondisi kulit tersebut juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental.

Karena itu, menjaga pola makan sehat tetap penting bagi kesehatan tubuh dan kulit. Namun, bagi kebanyakan orang, diet bukanlah satu-satunya atau solusi utama untuk mengatasi jerawat.


Editor : Ahmad Sayuti