Benarkah Sering Membunyikan Jari Bisa Sebabkan Radang Sendi? Ini Faktanya
Sering membunyikan jari disebut bisa menyebabkan radang sendi. Benarkah? Simak fakta tentang bunyi krek, osteoartritis, dan risiko cedera sendi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Kebiasaan membunyikan jari dengan menarik atau menekuk ruas-ruasnya sering dikaitkan dengan risiko radang sendi. Suara “krek” yang muncul bahkan kerap dianggap sebagai tanda bahwa sendi mengalami kerusakan.
Namun, anggapan tersebut ternyata tidak didukung oleh penelitian. Pada umumnya, membunyikan jari sesekali merupakan kebiasaan yang tidak berbahaya bagi kondisi sendi selama dilakukan tanpa paksaan dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Suara “krek” berasal dari perubahan tekanan di dalam sendi. Ketika jari ditarik atau ditekuk, ruang di dalam sendi melebar sehingga tekanan cairan pelumas di dalamnya menurun.
Kondisi tersebut menyebabkan gas yang terlarut dalam cairan sendi membentuk gelembung. Ketika gelembung tersebut terbentuk atau pecah akibat perubahan tekanan, muncul suara letupan khas yang selama ini dikenal sebagai bunyi “krek”.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan membunyikan jari tidak meningkatkan risiko osteoartritis. Orang yang terbiasa membunyikan jari selama bertahun-tahun diketahui tidak memiliki tingkat radang sendi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.
Anggapan lain seperti membunyikan jari dapat membuat buku jari membesar, membuat tendon menjadi longgar, atau menurunkan kekuatan genggaman juga belum terbukti secara meyakinkan.
Meski demikian, bukan berarti jari boleh ditarik atau dipaksa menggunakan tenaga berlebihan. Gerakan yang terlalu keras tetap berisiko menyebabkan keseleo, cedera jaringan lunak, atau masalah pada tendon.
Hal yang perlu menjadi perhatian adalah apabila kebiasaan membunyikan jari disertai rasa sakit, pembengkakan, kaku, atau kesulitan menggerakkan sendi. Keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah lain sehingga sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis.
membunyikan leher Berbeda dengan Jari
Berbeda dengan membunyikan jari, membunyikan leher dengan paksa perlu dihindari. Leher memiliki struktur penting, termasuk saraf tulang belakang dan pembuluh darah yang menuju otak.
Manipulasi leher yang dilakukan secara berlebihan atau dengan gerakan keras dapat menyebabkan cedera. Keluhan seperti nyeri, pusing, kesemutan, atau gangguan lainnya setelah melakukan manipulasi leher perlu mendapat perhatian medis.
Bagi orang yang ingin menghentikan kebiasaan membunyikan jari, langkah pertama adalah mengenali pemicunya. Kebiasaan tersebut dapat muncul ketika seseorang sedang stres, bosan, cemas, atau melakukannya secara tidak sadar.
Menggunakan bola stres atau benda kecil untuk dimainkan dengan tangan dapat menjadi alternatif untuk mengalihkan kebiasaan tersebut.
Dengan demikian, membunyikan jari sesekali tidak terbukti menyebabkan radang sendi. Selama dilakukan secara wajar, tidak dipaksa, dan tidak menimbulkan rasa sakit, kebiasaan tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan.***
Editor : JakaPermana

