Bencana Pergerakan Tanah Ancam Keselamatan Warga Desa Jayagiri Lembang KBB
Bencana pergerakan tanah mengancam warga Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana pergerakan tanah mengancam warga Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Akibat bencana pergerakan tanah tersebut, sebuah rumah warga yang berada di Kampung Sukapinggir RT03/12 Desa Jayagiri mengalami rusak parah.
Tak cuma itu, kondisi tersebut juga membuat warga khawatir terjadi longsor lantaran pergerakan tanah dan posisi permukiman warga berada di atas tebing.
Warga terdampak pergerakan tanah, Asep Koswara (40) mengatakan, akibat pergerakan tanah tersebut dinding rumah miliknya mengalami retak antara 5-20 sentimeter.
"Lantai dan dinding juga terbelah di beberapa bagian dengan retakan yang panjang," kata Asep saat dikonfirmasi wartawan.
Tak cuma itu, sebut Asep, pergerakan tanah di Desa Jayagiri juga menyebabkan lahan milik warga mengalami retak-retak dan sebagian amblas.
Akibat kondisi tersebut warga menjadi was-was lantaran khawatir terjadi bencana longsor atau tembok ambrol mengingat kontur tanah di kawasan tersebut miring sehingga berpotensi longsor.
“Saya kaget waktu tahu ada retakan di rumah. Saat dicek, ternyata di bawah rumah yang berdiri di lahan miring ini ada lubang besar. Tanahnya sudah labil,” katanya.
Menurutnya, faktor pergerakan tanah ini diduga kondisi tanah labil karena berdekatan dengan saluran pembuangan air di undakan sebelumnya yang semakin memperparah kondisi.
Selain itu, curah hujan yang cukup ekstrem beberapa waktu terakhir juga menjadi pemicu utama pergerakan tanah di wilayah itu.
“Waktu dicek ke bawah ternyata sudah ada gorowong yang cukup besar,” ucapnya.
Dengan adanya kerusakan akibat pergerakan tanah, Asep mengaku khawatir potensi longsor yang bisa menyebabkan rumahnya ambrol dan menimpa sekitar empat rumah lainnya di undakan bawah. Kondisi ini juga membuat dirinya bersiaga, jika sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor.
“Saya khawatir kalau ini dibiarkan, rumah saya bisa ambruk. Apalagi ada rumah-rumah lain di bawahnya,” ujarnya.
Asep menilai, kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari pihak berwenang untuk mencegah potensi bencana yang lebih besar. Pendataan dan upaya mitigasi segera diperlukan, termasuk pengalihan saluran pembuangan air dan penguatan struktur tanah di area tersebut.
"Kami sudah meminta pihak BPBD Bandung Barat untuk mengecek. saya harap Pemerintah Kecamatan Lembang sebagai perpanjangan Pemkab Bandung Barat segera turun tangan untuk mengantisipasi dampak lebih luas dari pergerakan tanah di wilayah Jayagiri ini," ujarnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Meidi mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi pergerakan tanah. Dirinya menyarankan pemilik rumah tetap waspada, jika terjadi hujan deras penghuni diimbau mengungsikan diri.
"Kemarin sudah kita asesmen dan mengimbau pemilik rumah waspada. Ada pun keputusan mengungsi diserahkan kepada pemilik," katanya.
Editor : Doni Ramdhani

