Sehari, Tiga Bencana Longsor dan Pergerakan Tanah Terjadi di Bogor Selatan
Dalam kurun satu hari kejadian bencana alam berupa tanah longsor dan pergerakan tanah terjadi di Bogor Selatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dalam sehari, Kamis 19 Februari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menangani tiga kejadian bencana longsor dan pergeseran tanah di wilayah Bogor Selatan.
Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko PS menyebutkan, tiga laporan kejadian bencana alam longsor dan pergerakan tanah di wilayah Bogor Selatan tersebut, yakni di Kampung Cipaku dan Batutulis.
"Di Cipaku TPT ambruk menyebabkan tembok rumah milik Ibu Tita Rosita yang dihuni 4 Jiwa mengalami retak di beberapa bagian rumah. Kebutuhan mendesak BSTT dan assesment sudah dilakukan tim BPBD Kota Bogor," ungkap Dimas kepada INILAHKORAN pada Jumat 20 Februari 2026 pagi.
Dimas melanjutkan, kedua ada tanah ambles atau pergeseran tanah di Kampung Gang Dodol RT 003/RW 010, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis 19 Februari 2026 yang melaporkan pihak kelurahan. Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras dan kondisi saluran septictank yang pecah.
"Kejadian ini menyebabkan lantai rumah bagian ruang tamu milik Ibu Uci ambles. Upaya yang dilakukan tim TRC-PB BPBD Kota Bogor melakukan assesment. Melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan dan RT/RW setempat. Penanganan sudah dilakukan," terangnya.
Dimas menjelaskan, kemudian kejadian ketiga adalah tanah longsor Kampung Jaya Tunggal RT 004/RW 003, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis 19 Februari 2026 malam. Pelaporan dari pihak kelurahan, penyebab hujan deras dan kondisi tanah labil.
"Kejadian ini menyebabkan longsor sepanjang 4 meter tinggi 5 meter di belakang rumah Amir. Assessment dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor. Sementara dipasang terpal untuk antisipasi longsor susulan," jelasnya.
Dimas mengimbau agar masyarakat waspada disaat kondisi cuaca intensitas hujan yang tinggi. Terlebih untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
"Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, jangan panik tapi tetap waspada disaat kondisi cuaca intensitas hujan tinggi. Apalagi Kota Bogor diguyur hujan tanpa henti pada Kamis 19 Februari malam hingga Jumat 20 Februari pagi," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

