Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 160 Orang, Ratusan Masih Hilang
Banjir bandang di perbatasan Nepal-China menewaskan 160 orang dan membuat 384 orang hilang. Sekitar 290 wisatawan asing ikut dalam daftar pencarian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Korban tewas akibat Banjir Bandang di wilayah perbatasan Nepal dan China dilaporkan meningkat menjadi 160 orang. Sementara itu, ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan tim penyelamat.
Otoritas Nepal mencatat sebanyak 384 orang masih hilang, termasuk sekitar 290 Wisatawan Asing yang berasal dari India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Banjir Bandang terjadi setelah Sungai Bhotekoshi di Distrik Rasuwa, Nepal, tiba-tiba meluap. Arus deras kemudian menerjang kawasan sekitar dan menghancurkan sejumlah rumah serta bangunan.
Bencana tersebut juga menyebabkan sebuah pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan.
Hingga kini, penyebab pasti meluapnya sungai yang memicu banjir besar tersebut masih belum diketahui. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan sekaligus pendataan dampak bencana.
Lima Warga Jepang Ikut Hilang
Selain ratusan warga yang masih belum ditemukan, sedikitnya lima warga negara Jepang juga dilaporkan hilang setelah diduga melakukan perjalanan wisata di kawasan terdampak ketika bencana terjadi.
Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu menyatakan masih berupaya menghubungi kelima warga tersebut.
Pemerintah Jepang juga telah meminta bantuan otoritas Nepal untuk melakukan pencarian dan memastikan keberadaan warganya.
Proses pencarian menghadapi tantangan karena wilayah terdampak berada di kawasan pegunungan dengan medan yang sulit dijangkau.
Tim penyelamat harus bekerja di tengah kondisi geografis yang berat untuk menyisir wilayah yang terdampak banjir maupun kerusakan infrastruktur.
Longsor Lumpur Terjadi di Tibet
Sementara itu, bencana serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Shigatse, Tibet, China.
Mengutip Xinhua, sebanyak tiga orang meninggal dunia dan 265 lainnya masih hilang setelah Longsor lumpur terjadi di kawasan tersebut.
Sungai yang meluap dari wilayah China kemudian mengalir menuju Nepal dan disebut turut memperburuk kondisi di kawasan perbatasan.
Situasi tersebut membuat upaya penanganan bencana di kedua wilayah semakin kompleks.
Tim penyelamat dari masing-masing wilayah masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, sekaligus berupaya menjangkau kawasan yang terisolasi akibat banjir dan Longsor.
Pencarian Korban Masih Berlangsung
Hingga kini, otoritas Nepal dan China masih melakukan pencarian serta pendataan terhadap korban terdampak bencana.
Jumlah korban berpotensi berubah seiring proses identifikasi dan pencarian yang terus dilakukan di sejumlah lokasi.
Penyebab pasti banjir besar yang melanda kawasan perbatasan Nepal-China juga masih dalam penyelidikan.
Pemerintah dan tim penyelamat terus berupaya menangani dampak bencana, mengevakuasi warga di wilayah terdampak, serta mencari ratusan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.***
Editor : JakaPermana

