Anggaran Relokasi Korban Longsor Cibenda dan Cibedug Disiapkan pada APBD 2027

Korban bencana longsor di Cibenda, Kecamatan Cipongkor serta korban pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Rongga, KBB bisa sedikit bernafas lega.

Anggaran Relokasi Korban Longsor Cibenda dan Cibedug Disiapkan pada APBD 2027
Ketua Komisi IV DPRD KBB Nur Djulaeha menyebut lahan calon hunian sudah dinyatakan aman dan layak Badan Geologi setelah dua tahun menanti. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Korban bencana tanah longsor di Cibenda, Kecamatan Cipongkor serta korban pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB bisa sedikit bernafas lega.

Setelah lebih dari dua tahun hidup dalam ketidakpastian, rencana pemindahan hunian mereka kini memiliki kepastian lantaran Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail telah berkomitmen mengalokasikan anggaran relokasi khusus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2027.

Ketua Komisi IV DPRD KBB Nur Djulaeha menjelaskan, komitmen itu menjadi langkah penuntasan yang sangat dinantikan warga yang sejak lama terpaksa mengungsi. 

"Kami sangat mendukung keputusan Bupati ini. Relokasi ini adalah hak yang sudah lama ditunggu warga terdampak agar bisa hidup tenang kembali," kata Nur, Selasa (21/7/2026).

Diketahui, bencana longsor di Kampung Cibenda terjadi 24 Maret 2024 itu menimbun lebih dari 30 rumah, merusak fasilitas umum, dan merenggut delapan nyawa. 

Sementara, 47 kepala keluarga di Kampung Cigombong harus meninggalkan rumah mereka sejak 19 Februari 2024 dan hingga kini berpindah-pindah tempat tinggal mulai dari pengungsian, menumpang kerabat, hingga menyewa rumah di sekitar wilayah Rongga.

Nur mengungkapkan, kepastian lokasi pun sudah terpenuhi, dimana Badan Geologi Kementerian ESDM telah menerbitkan Laporan Pemeriksaan Calon Lahan Relokasi Nomor 247.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 10 Februari 2026 yang menyebutkan lahan di Dusun 5 Kampung Sukapura RT 02 RW 05, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga seluas 0,28 hektare berada pada zona kerentanan gerakan tanah rendah dan layak untuk pembangunan permukiman. 

"Lahan ini nantinya bakal menampung seluruh 47 kepala keluarga atau sekitar 169 jiwa korban bencana, tentunya dengan tetap mengikuti sejumlah persyaratan teknis pembangunan demi keselamatan jangka panjang," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani