Bencana Pergerakan Tanah Rusak 10 Rumah di Cimahi, BPBD Taksir Kerugian Capai Ratusan Juta

Sebanyak 10 rumah warga di RT04/19 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mengalami rusak akibat bencana pergerakan tanah.

Bencana Pergerakan Tanah Rusak 10 Rumah di Cimahi, BPBD Taksir Kerugian Capai Ratusan Juta
Foto pergerakan tanah di Cibabat Cimahi Utara/Agus Satianegara

INILAHKORAN, Cimahi - Sebanyak 10 rumah warga di RT04/19 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mengalami rusak akibat bencana pergerakan tanah.

Akibatnya, 12 kepala keluarga atau KK terpaksa diungsikan ke rumah saudara atau kerabatnya. Tak cuma itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi memprediksi bencana pergerakan yang terjadi sejak Senin 7 April 2025 sekitar pukul 04.30 WIB bakal terus meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengatakan, berdasarkan hasil assessment awal luas area terdampak bencana pergerakan tanah ini mencapai 240 meter persegi.

"Untuk kategori kerusakan yang diakibatkan pergerakan tanah ini juga bervariasi mulai dari ringan hingga berat," kata Fithriandy, Selasa 8 April 2025.

"Yang mengalami kerusakan ada satu rumah, sementara dua rumah lainnya berpotensi terdampak, serta ada tujuh rumah yang juga berisiko," sambungnya.

Sementara itu, sebut Fithriandy, untuk estimasi kerugian akibat bencana pergerakan tanah ini ditaksir mencapai Rp720 juta.

"Sejauh ini upaya yang kami lakukan yakni assessment dan kaji cepat di lokasi kejadian," sebutnya.

Untuk para korban terdampak, sambung Fithriandy, mereka sudah mengungsi ke rumah sanak saudaranya. Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman dan potensi bencana susulan.  

Pihaknya memastikan bakal terus memantau situasi dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk upaya penanganan lebih lanjut.

"Tanah di wilayah tersebut memang labil dan sering mengalami pergerakan. Kondisi ini juga dipicu oleh hujan yang terus mengguyur," ucapnya.

Ketua Forum Mitigasi Bencana Wilayah Kota Cimahi, Panji mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal telah melaporkan adanya retakan pada rumah-rumah di wilayah tersebut kepada BPBD Kota Cimahi. 

Menurutnya, laporan tersebut sebagai langkah mitigasi agar potensi bencana lebih besar bisa dicegah.

"Laporan kami sampaikan untuk mengantisipasi potensi bencana yang lebih besar karena dikhawatirkan rumah-rumah tersebut bisa roboh dan menimbulkan korban jiwa," kata Panji.

"Unilah pentingnya upaya mitigasi bencana agar tidak terjadi korban," sambungnya.

Panji menyebut, para korban untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga mereka, sehingga belum ada kebutuhan untuk mendirikan tenda atau posko darurat.

"Belum ada kebutuhan untuk mendirikan tenda karena para korban masih bisa ditampung oleh keluarga mereka," katanya.

Sementara itu, Ketua RT 04, Nurhendi menjelaskan, sebelum kejadian beberapa rumah warga sudah menunjukkan tanda-tanda retakan. Dua rumah yang mengalami kerusakan terparah yakni milik Cepi dan Hendra.

"Yang paling terdampak adalah rumah Pak Cepi dan Pak Hendra. Saat ini, bantuan sudah mulai disalurkan, seperti bantuan air bersih dari BPBD Kota Cimahi, serta bantuan dari dinas terkait lainnya," kata Nurhendi. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti