Berawal dari Iseng, Perajin Bambu Asal Cisarua Raup Puluhan Juta Rupiah per Bulan
Dian Setiawan (44), perajin bambu asal Cisarua kini bisa menikmati hasil jerih payahnya. Dia sukses memproduksi produk rumah dari bambu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dian Setiawan (44), perajin bambu asal Cisarua kini bisa menikmati hasil jerih payahnya. Warga Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisaruan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu sukses memproduksi produk rumah tangga berbahan dasar bambu.
Menurutnya, tanaman bambu yang banyak tumbuh subur di Indonesia itu memiliki nilai ekonomis tinggi. Bahkan, perajin bambu asal Cisarua itu kini bisa meraup puluhan juta rupiah per bulan dari kerajinan berbahan dasar bambu.
Melihat potensi dan peluang tersebut, Dian mulai menghasilkan beragam produk rumah tangga serbaguna dengan berbahan dasar bambu. Itu bermula saat perajin bambu asal Cisarua itu iseng karena melihat banyak limbah bambu yang berserakan.
Baca Juga: Pamer Sepeda dari Bambu, Oded Sebut untuk Kampanye Misi Lingkungan Kota Bandung
"Banyaknya limbah bambu itu memberikan inspirasi untuk membuat produk dari bambu," kata Dian, Selasa 7 Desember 2021.
Ia bersyukur, setelah bambu tersebut dikembangkan menjadi produk dirinya mendapat dukungan dari keluarga untuk lebih mengembangkan produk dari bambu.
"Alhamdulillah, sekarang hasilnya seperti ini," ujarnya.
Ia menjelaskan, alasan dirinya memilih bambu sebagai bahan untuk mengembangkan kreativitas dan juga bisnisnya lantaran telah menyukai bambu sedari kecil.
"Kedua, bahan baku dari bambu terjangkau dan banyak tersedia di sekitar kita," jelasnya.
Baca Juga: Lestarikan Seni dan Budaya, DPRD Jabar Lirik Standarisasi Produk dari Bambu
Kemudian, sambung dia, produk yang terbuat dari bahan dasar bambu tidak merusak alam lantaran tanaman bambu mudah tumbuh kembali.
"Bambu bisa kita tebang seumur hidup, asal kita bisa merawatnya dengan baik," ucapnya.
"Terus bambu juga ramah lingkungan karena menyimpan banyak cadangan air yang bagus untuk lingkungan," sambungnya.
Ia menyebut, berbagai kreativitas bambu telah berhasil diciptakan mulai dari alat-alat makan seperti cangkir, piring, sendok, garpu, nampan dan lainnya. Selain itu, ada miniatur mobil-mobilan, Monas, Menara Eiffel dan lainnya.
Baca Juga: Foto: Konservasi Bambu di Bantaran Sungai Cikapundung
"Yang paling laris berupa alat-alat makan, mug dan cangkir bambu. Untuk harga cangkir dari bambu berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, tapi umumnya Rp85 ribu," ujarnya.
Dari hasil penjualan produknya, omzet yang didapat bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp20 juta per bulan.
"Alhamdulillah omzetnya bisa mencapai puluhan juta," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


