Beri Skor 5,3, Pitchfork Beri Ulasan Kejam pada Album Comeback BTS 'ARIRANG'
Pitchfork beri ulasan jelek pada album comeback baru BTS 'ARIRANG' dengan memberi skor hanya 5,3.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sementara banyak netizen dan penggemar beri ulasna bagus, ada salah satu media yang beri ulasan jelek pada album comeback BTS 'ARIRANG'.
Pada hari Selasa, 24 Maret 2026, Pitchfork, yang secara luas dianggap sebagai salah satu media ulasan musik paling kritis, menerbitkan kritiknya terhadap album terbaru BTS, 'ARIRANG', dengan memberikan skor 5,3.
ulasan tersebut, yang ditulis oleh kritikus Joshua Minsoo Kim, dengan cepat menarik perhatian karena nadanya yang blak-blakan terhadap salah satu comeback yang paling dinantikan di dunia pop global.
Menurut kritikus, 'ARIRANG' membawa ekspektasi yang sangat besar tetapi pada akhirnya gagal memenuhinya.
Banyak lagu digambarkan terlalu generik, kurang memiliki ketajaman dan intensitas yang pernah mendefinisikan BTS di masa kejayaan mereka.
Salah satu hal yang paling tidak biasa yang disebutkan adalah lagu 'No. 29', yang terdiri dari 98 detik keheningan total dan rekaman suara lonceng suci Raja Seongdeok.
ulasan tersebut membingkai BTS bukan hanya sebagai grup musik tetapi juga sebagai simbol kekuatan lunak budaya Korea Selatan, terutama mengingat perilisan album setelah masa wajib militer mereka dan hubungannya dengan konser comeback berskala besar di Gwanghumun.
Keterlibatan produser global seperti Diplo dan Mike WiLL Made-It, bersama dengan artis seperti Teezo Touchdown dan JPEGMAFIA, memberikan album ini pengaruh rap dan pop Barat yang kuat.
Namun, alih-alih menciptakan perpaduan yang kohesif, ulasan tersebut berpendapat bahwa elemen-elemen ini terasa tidak terhubung, melemahkan identitas keseluruhan album.
Meskipun demikian, album ini bukannya tanpa 亮点 (titik terang). 'Hooligan' menonjol karena aransemen dramatis dan kontras dinamisnya, memungkinkan member seperti RM, V, dan Jimin untuk menunjukkan jangkauan ekspresif mereka. Namun, 亮点 tersebut digambarkan terlalu tersebar untuk menopang keseluruhan proyek.
Masalah intinya, menurut kritik tersebut, adalah ketidakmampuan album untuk menyampaikan emosi atau keyakinan yang tulus, sehingga pesannya terasa hampa.
Salah satu momen yang dipuji secara konseptual berasal dari lagu pembuka 'Body to Body', yang mengintegrasikan lagu rakyat tradisional Korea "ARIRANG" ke dalam klimaksnya.
Upaya untuk menekankan identitas budaya ini dianggap bermakna, meskipun tidak cukup untuk mengangkat proyek secara keseluruhan.
ulasan tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa sementara karya-karya BTS sebelumnya berkembang pesat berkat energi mentah dan ketulusan emosional, beberapa lagu di sini terasa lelah, seolah-olah grup tersebut hanya memenuhi ekspektasi daripada mendorong batasan kreativitas.
Lagu-lagu seperti 'Like Animals' dikritik karena kurang kedalaman emosional dibandingkan dengan lagu-lagu hits sebelumnya, sementara yang lain terlalu bergantung pada tren gaya tanpa eksekusi yang kuat.
Terlepas dari sambutan kritis yang beragam hingga negatif, 'ARIRANG' tetap menjadi album yang sukses secara komersial.
Dirilis pada 20 Maret 2026, album ini terjual hampir 4 juta kopi pada hari pertama, melampaui 110 juta streaming di Spotify, menduduki puncak tangga lagu iTunes di 88 negara, dan mencapai Realtime All-Kill di Korea Selatan dengan lagu utamanya 'SWIM'.
Kontras antara penerimaan kritis dan kesuksesan komersial menyoroti pengaruh global BTS yang abadi.
Bahkan ketika para kritikus mempertanyakan arah artistik album tersebut, performanya yang memecahkan rekor menegaskan kembali posisi grup yang tak tertandingi di industri musik internasional.***
Editor : Irma Nurfajri

