Berkerudung di Depan Ipar Laki-Laki: Kewajiban atau Opsi? Jawaban Buya Yahya Mengurai Dilema Film "Ipar Adalah Maut"

Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, memberikan penjelasan yang komprehensif dalam sebuah ceramahnya.

Berkerudung di Depan Ipar Laki-Laki: Kewajiban atau Opsi? Jawaban Buya Yahya Mengurai Dilema Film "Ipar Adalah Maut"
Berkerudung di Depan Ipar Laki-Laki: Kewajiban atau Opsi? Jawaban Buya Yahya Mengurai Dilema Film "Ipar Adalah Maut"

INILAHKORAN, Bandung – Baru-baru ini, film berjudul "Ipar Adalah Maut" memicu perbincangan hangat di masyarakat, khususnya terkait hukum Islam mengenai interaksi perempuan dengan ipar laki-laki.

Muncul pertanyaan, apakah perempuan wajib Berkerudung di Depan Ipar Laki-Laki jika tinggal serumah?

Menanggapi hal ini, Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, memberikan penjelasan yang komprehensif dalam sebuah ceramahnya.

Beliau menegaskan bahwa dalam Islam, ipar laki-laki hukumnya bukan mahram bagi perempuan, sama seperti laki-laki lain yang bukan keluarga dekat.

"Ipar itu bukan mahram. Ipar laki-laki itu bukan mahram bagi perempuan, bukan mahram bagi istri orang. Jadi, hukumnya sama dengan laki-laki lain," jelas Buya Yahya.

Berdasarkan hal tersebut, Buya Yahya menyatakan bahwa perempuan wajib berkerudung di depan ipar laki-laki, seperti halnya mereka wajib berkerudung di depan laki-laki lain yang bukan mahram.

Buya Yahya pun mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang menjelaskan batasan aurat perempuan di depan laki-laki yang bukan mahram, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

"Jadi, kalau di rumah itu ada ipar laki-laki, ya wajib hukumnya berkerudung. Sama seperti kalau ada tamu laki-laki lain," tegas Buya Yahya.

Namun demikian, Buya Yahya juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam interaksi dengan ipar laki-laki.

Perempuan hendaknya menjaga sopan santun dan menghindari perilaku yang dapat menimbulkan fitnah atau syahwat.

"Harus menjaga diri, jaga sikap, jaga pandangan. Jangan sampai ada yang memancing syahwat," pesan Buya Yahya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan