Bermodalkan Indikator ini, TKRPP Ganjar-Mahfud KBB Klaim Capres-cawapres Nomor 3 Bisa Unggul

Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres alias TKRPP Ganjar-Mahfud KBB (Kabupaten Bandung Barat) kini percaya diri pasangan yang diusung PDIP itu bisa menang dan unggul secara nasional.

Bermodalkan Indikator ini, TKRPP Ganjar-Mahfud KBB Klaim Capres-cawapres Nomor 3 Bisa Unggul
TKRPP Ganjar-Mahfud KBB mengklaim kemenangan yang bakal diraih pasangan capres-cawapres nomor urut 3 itu berdasarkan indikator banyaknya warga KBB yang menyukai Ganjar. (net)

INILAHKORAN, Ngamprah - Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres alias TKRPP Ganjar-Mahfud KBB (Kabupaten Bandung Barat) kini percaya diri pasangan yang diusung PDIP itu bisa menang dan unggul secara nasional.

Pasalnya, TKRPP Ganjar-Mahfud KBB mengklaim kemenangan yang bakal diraih pasangan capres-cawapres nomor urut 3 itu berdasarkan indikator banyaknya warga KBB yang menyukai Ganjar.

"Saya melihatnya banyak masyarakat yang suka dan sudah mengenal Ganjar, jadi menjualnya tidak susah," kata Ketua TKRPP Ganjar-Mahfud KBB Fajar Taufik kepada wartawan.

"Beda dengan waktu menjual nama Jokowi di 2014 dan 2019 yang cukup susah, karena ada isu-isu yang dikaitkan dengan PKI," sambungnya.

Fajar menilai, di bawah komando Ketua Koalisi Tim Pemenangan Cabang, TKRPP Ganjar-Mahfud, KBB, Ida Widaningsih, pihaknya bakal terus bergerak door to door dengan dibantu 28 organ relawan di bawahnya untuk mengenalkan paslon nomor tiga ke masyarakat. 

"Itu dilakukan dengan harapan masyarakat KBB bisa melihat rekam jejak siapa figur yang terbaik di Pilpres kali ini," ujarnya.

Fajar menyebut, kekalahan pada Pilpres dua penyelenggaraan sebelumnya ketika calon yang diusung PDIP suaranya kalah di KBB harus menjadi pelajaran dan evaluasi. Sehingga, di sisa waktu yang ada bisa merancang strategi pemenangan Ganjar-Mahfud. 

Apalagi, pihaknya meyakini jika suara Prabowo di KBB tidak akan bertambah tapi cenderung turun beralih ke Ganjar-Mahfud.

"Mungkin ada masyarakat yang termakan isu-isu hoaks, tapi kami optimistis masyarakat KBB sudah pintar, dalam melihat pasangan mana yang terbaik," ungkap Caleg PDIP untuk DPRD KBB nomor urut satu dari Dapil I (Ngamprah, Padalarang, dan Saguling) ini. 

"Insya allah kalau kita berbuat baik ke masyarakat hasilnya juga akan baik," tandasnya.

Sekadar informasi, pada dua kali perhelatan Pilpres tahun 2014 dan 2019, setiap calon yang diusung oleh PDIP selalu kalah dalam perolehan suara di KBB. Padahal seperti diketahui secara nasional Jokowi bisa memenangi Pilpres. 

Berdasarkan data KPU di tahun 2014 pasangan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kalah telak di Jawa Barat dari pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Hatta Rajasa. 

Pasangan Prabowo-Hatta menang di 22 kabupaten/kota di Jabar termasuk di antaranya di KBB dengan total suara 14.167.381 (59,78 persen). Sementara Jokowi-JK hanya menang di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, dengan suara 9.530.315 (40,22 persen).

Begitupun saat Pilpres Tahun 2019, pasangan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 16.077.446 suara mengungguli pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang hanya 10.750.568 suara. 

Dari 27 kota/kabupaten di Jabar, Prabowo-Sandiaga Uno menang di 21 daerah, sementara Jokowi-Ma'ruf Amin hanya menang di Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Subang.

Lagi-lagi, pasangan yang diusung PDIP Jokowi-Ma'ruf Amin terkapar tidak berdaya di KBB. Padahal saat itu Jokowi adalah calon incumbent yang semestinya sangat mudah untuk 'dijual'. 

Namun fakta berkata lain, masyarakat KBB lebih banyak memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan raihan suara total 649.988, sedangkan Jokowi-Ma'ruf Amin hanya mendapat suara 359.220. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani