Bersama KAWAT, Menebar Lebih Banyak Kebaikan

Ratusan jemaah tampak bersemangat memulai aktivitas setelah melaksanakan Salat Zuhur di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung, pada Kamis (14/3).

Bersama KAWAT, Menebar Lebih Banyak Kebaikan
KAWAT Banner

Ratusan jemaah tampak bersemangat memulai aktivitas setelah melaksanakan Salat Zuhur di Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung, pada Kamis (14/3).

Ada yang bergegas ke tempat kerja masing-masing yang berada di sekitar Masjid DT. Ada juga yang memburu santapan makan siang ke Kantin Belia Food DT.

Tak ketinggalan pula, jemaah yang berbelanja di kios area bazar Wakaf DT yang baru saja buka usai jeda Salat Zuhur.

Di antara jamaah, terlihat juga para santri program yang memakai syal biru, kuning, dan keemasan. Mereka santri mukim yang mengikuti program di Pesantren Daarut Tauhiid.

Para siswa dan siswi bersyal hijau dan merah muda juga tak ketinggalan Salat Zuhur berjemaah, kemudian bergegas untuk makan siang di ruang kelas SMA DTBS atau kantin depan SMK DTBS.

Begitulah sekilas kemakmuran tanah dan aset wakaf DT, begitu Sibuk. Muhammad Iskandar, Direktur Wakaf DT mengungkapkan, sangat terasa sekali manfaat dari tanah dan aset wakaf DT. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bukti keberkahan tanah dan aset wakaf DT.

Menebar Kebaikan ke Pelosok Negeri

“Tanah dan aset wakaf DT di Bandung ini menjadi salah satu contoh Kawasan Wakaf Terpadu. Di sini ada dakwahnya, yakni masjid dan pesantren. Terus ada pendidikannya, sekolah. Wakaf Produktif juga ada, kios-kios, cottage, dan yang lainnya. Kesehatannya juga ada klinik di sini,” jelas Iskandar.

Agus Kurniawan, Direktur Marketing dan Komunikasi Wakaf DT mengatakan, Kawasan Wakaf Terpadu adalah kawasan wakaf yang meliputi berbagai bidang, yakni dakwah, pendidikan, ekonomi produktif, dan kesehatan.

Kemudian, Kawasan Wakaf Terpadu DT (KAWAT) menjadi konsep pengelolaan aset wakaf sekaligus program besar Wakaf DT di 2019 dan seterusnya.

Menurut Agus, KAWAT disusun untuk lebih memaksimalkan manfaat aset wakaf. Dengan Kawat, pengelolaan wakaf bisa dilakukan dengan produktif dan terintegrasi yang bertujuan meningkatkan kemanfaatan lebih dari aset-aset wakaf untuk kesejahteraan umat.

“Ada empat bidang yang menjadi turunan dari Kawat ini. Pertama, Wakaf Sarana Dakwah. Kedua, Wakaf Sadar Pendidikan. Ketiga, Wakaf Kesehatan. Dan kelima, Wakaf Ekonomi Produktif,” jelas Agus.

Masing-masing bidang memiliki program yang lebih spesifik. Wakaf Sarana Dakwah meliputi Wakaf Masjid 3 in 1, Wakaf Al-Quran Plus, Wakaf Menara SSG, Masjid Perth Australia, Wakaf Grada Daarut Tarbiyah, dan Wakaf Gedung Pemberdayaan.

Sementara itu, Wakaf Sadar Pendidikan membawahi Wakaf Asrama, Wakaf  RKB, dan Wakaf Dome Eco Pesantren DT.

Untuk Wakaf Kesehatan, Wakaf DT memiliki tiga program yang lebih spesifik, yakni Wakaf Rumah Sakit, Wakaf Klinik DT, dan Wakaf Apotek DT. Sedangkan, dalam Wakaf Ekonomi Produktif terangkum Wakaf Foodcourt, Wakaf Ketahanan Pangan, Wakaf Pabrik Roti, Wakaf Tambang Pasir, dan Wakaf Peternakan Lebah.

Secara de facto kawasan wakaf terpadu sudah ada dan terlaksana, tapi baru di Bandung dan sedang dibangun di Eco Pesantren, Serua, dan Batam. Ke depannya, KAWAT juga akan diduplikasi di wilayah lain.

Di Eco Pesantren DT, masjid dan sekolah sudah ada. Sekarang sedang dibangun sarana olahraganya, yakni Dome. Di Batam, Masjid dan sekolah juga sedang dibangun. Sementara di Serua, Masjid DT dan sekolah juga sedang dibangun.

“Insya Allah, ke depannya, KAWAT ini juga bisa diduplikasi di wilayah lain. Makanya tagline dari Kawasan Wakaf Terpadu adalah ‘Menebar Kebaikan Hingga Pelosok Negeri,” terang Agus.

Dengan KAWAT, lanjut Agus, Wakaf DT juga ingin memberikan peluang kebaikan lebih banyak kepada masyarakat untuk berwakaf. Mereka diberikan lebih banyak pilihan program wakaf untuk ikut membangun peradaban, dan pahala mengalir abadi, bahkan rumah di surga untuk wakaf masjid.


Editor : inilahkoran