Tata Cara Puasa Syawal yang Benar, Bolehkah Dilakukan Tidak Berturut-turut?
Masih banyak yang bertanya, apakah puasa Syawal harus dilakukan berturut-turut selama 6 hari, atau boleh terpisah?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - puasa Syawal menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah Idul Fitri. Namun, masih banyak yang bertanya, apakah puasa Syawal harus dilakukan berturut-turut selama 6 hari, atau boleh terpisah?
Simak penjelasannya terkait tata cara puasa Syawal yang benar.
Apa Itu puasa Syawal?
puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal, setelah 1 Syawal (Idul Fitri).
Keutamaannya berdasarkan hadis:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)
Tata Cara puasa Syawal
Niat dilakukan pada malam hari hingga sebelum fajar.
“Nawaitu shauma ghadin ‘an sittati ayyamin min Syawwal sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
2. Waktu Pelaksanaan
Dimulai tanggal 2 Syawal (karena 1 Syawal haram puasa)
Dilaksanakan kapan saja selama bulan Syawal
3. Jumlah Hari
Total 6 hari
Tidak harus langsung setelah Lebaran
Haruskah puasa Syawal Berturut-turut?
Boleh Berturut-turut
Sebagian ulama menganjurkan puasa Syawal dilakukan langsung setelah Idul Fitri (mulai 2 Syawal) dan dilakukan berturut-turut selama 6 hari.
Menurut Imam Nawawi:
“Lebih utama dilakukan secara berurutan setelah hari raya, karena lebih cepat dalam meraih kebaikan.”
Boleh Tidak Berturut-turut
Namun, mayoritas ulama sepakat bahwa puasa Syawal tidak wajib berturut-turut.
Artinya, kamu bisa melakukannya secara terpisah selama masih di bulan Syawal.
Pendapat ini juga diperkuat oleh ulama seperti Ibnu Utsaimin:
“Tidak disyaratkan berturut-turut. Jika dilakukan terpisah, tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal.”
Editor : Firda Rachmawati

