Bersih-bersih Pasca Banjir, Warga Bojongasih Meninggal Dunia

Ade Dedi (70) meninggal dunia di rumah kontrakannya saat banjir masih menggenangi pemukimannya. Kediamannya berada di Kampung Bojongasih, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Bersih-bersih Pasca Banjir, Warga Bojongasih Meninggal Dunia
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Ade Dedi (70) meninggal dunia di rumah kontrakannya saat banjir masih menggenangi pemukimannya. Kediamannya berada di Kampung Bojongasih, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Dikarenakan Kampung Bojongasih masih digenangi air sisa banjir kemarin, warga yang membawa jenazah Ade terpaksa harus menembus genangan air menuju mobil ambulans yang telah menunggu di ujung desa. Genangan banjir di kampung tersebut masih tersisa dari mata kaki hingga lutut orang dewasa.

"Almarhum memang warga kami. Jenazah dimakamkan di TPU milik desa di sekitar Jelekong Baleendah. Kami memang sengaja membeli lahan untuk TPU di Baleendah karena pemakaman yang ada disini selalu terendam saat banjir," kata Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiana, Rabu (19/12/2019).

Penyebab kematian Ade, kata Yayan itu diduga akibat kelelahan setelah seharian bersih bersih rumah yang telah kebanjiran kemarin. 

"Sepertinya kecapekan, selain itu almarhum juga udah tua," ujarnya.

Sementara itu, bersarkan pantauan lapangan, banjir kemarin yang mengepung ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang mulai surut. Namun memang genangan air antara 20-50 cm masih terlihat dibeberapa sudut kampung. 

Genangan kecil juga masih terlihat di sepanjang Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot tepatnya di depan SPBU Baleendah. Kemudian genangan juga masih terlihat di Jalan Raya Katapang-Baleendah tepatnya di Kampung Jambatan Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah.Di pemukiman warga lumpur dan sisa genangan air terlihat di jalan jalan dan rumah warga. Warga terlihat membersihkan rumah dengan berbagai peralatan seadanya.

"Kemarin air setinggi atap rumah kami. Alhamdulilah sekarang sudah surut. Memang banjir sekarang turunnya lebih cepat, semoga saja enggak datang lagi. Kami sudah capek berkutat dengan banjir setiap musim hujan," kata Ridwan Hamid (47) salah seorang warga Dayeuhkolot.

Saat ini, lanjut Ridwan, warga mulai bersih bersih. Namun demikian, mereka tetap khawatir terjadi banjir susulan. Sehingga, selain bersih bersih rumah, mereka juga telah bersiap mengemas berbagai barang berharga dan pakain untuk disimpan di langit langit rumah atau di lantai dua rumah mereka. 

"Jadi kalau banjir datang lagi, kami tinggal mengamankan ke atas. Nah kalau airnya semakin tinggi, warga yang rumahnya satu lantai seperti saya terpaksa ngungsi ke kantor desa, kalau rumahnya dua lantai sih bisa pindah sementara ke atas," ujarnya. (Dani R Nugraha)


Editor : Doni Ramdhani