Bertani Sambil Jualan Bendera, Iwan Tak Menyerah di Tengah Sepinya Pasar

Iwan (50), warga Cicalengka, Kabupaten Bandung, kembali menjalani rutinitas musiman yang sudah ditekuninya sejak lima tahun terakhir yakni berjualan bendera merah putih jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Bertani Sambil Jualan Bendera, Iwan Tak Menyerah di Tengah Sepinya Pasar
Iwan (50), warga Cicalengka, Kabupaten Bandung, kembali menjalani rutinitas musiman yang sudah ditekuninya sejak lima tahun terakhir yakni berjualan bendera merah putih jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.

INILAHKORAN, Bandung - Iwan (50), warga Cicalengka, Kabupaten Bandung, kembali menjalani rutinitas musiman yang sudah ditekuninya sejak lima tahun terakhir yakni berjualan bendera merah putih jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Sejak 28 Juli lalu, ia sudah menempati lapak dagangnya di kawasan Panyileukan, Kota Bandung. Iwan akan berada di lokasi yang sama hingga 16 Agustus, menjajakan berbagai jenis bendera kepada masyarakat yang hendak menyambut 17 Agustus.

Setiap harinya, ia berjualan dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Selama hampir tiga pekan tersebut, Iwan memilih tidak pulang ke rumah dan tinggal di sebuah warung dekat tempatnya berjualan.

"Nginep di warung tempat jualan. Saya ikut sama pemilik warung, dan kasih uang seikhlasnya," kata Iwan saat ditemui pada Jumat 15 Agustus 2025.

Ia mengaku, kegiatannya itu merupakan pekerjaan sampingan yang dijalaninya di luar pekerjaan utama sebagai petani. Ia membawa sekitar 20 kodi bendera dari 10 jenis yang berbeda, dengan harga jual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp200 ribu untuk bendera latar belakang.

Seluruh bendera tersebut, bukan miliknya pribadi. Melainkan titipan dari seorang pemilik usaha, dan ia hanya mengambil keuntungan kecil dari penjualan.

Meski awalnya menguntungkan, Iwan menyebut penjualan bendera dalam tiga tahun terakhir semakin menurun. Ia merasa, antusiasme masyarakat membeli bendera semakin kecil dibandingkan saat pertama kali berjualan pada 2019 lalu.

"Dulu untungnya lumayan, bisa bantu kebutuhan rumah tangga dan anak. Tapi sekarang makin susah, pembeli berkurang, enggak tahu kenapa," ucapnya.

Iwan tetap memilih bertahan berjualan di Panyileukan karena dulu area tersebut belum banyak pedagang. Namun kini, ia menyadari bahwa jumlah penjual bendera kian meningkat, yang membuat persaingan semakin ketat.

Meski begitu, Iwan mengaku belum punya niat untuk berhenti. Ia masih ingin terus berjualan bendera setidaknya sampai tahun ini, sambil berharap situasi membaik di masa mendatang.***


Editor : JakaPermana