Bima Arya Beberkan Oleh-Oleh Dari Inggris
Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan perjalanan dirinya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil baru-baru ini tidak akan sia-sia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan perjalanan dirinya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil baru-baru ini tidak akan sia-sia.
Bima Arya dan Ridwan Kamil bersama CEO Plastic Energy Inggris yaitu Carlos Monreal telah menyepakati pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel di Bogor pada awal tahun 2020. Tak tanggung-tanggung, nilai investasi mencapai 45 juta dollar Amerika atau Rp630 miliar.
Selain itu, disepakati juga nantinya Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor akan disekolahkan di King's Collage London untuk meningkatkan kapasitas sebagai calon pemimpin.
Diketahui pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel akan berdiri diatas lahan 10 hektar di kawasan TPA Galuga. Nantinya, sebanyak 100 ton plastik akan dipilah dari 1.000 ton sampah per hari di Galuga tanpa adanya biaya timbang sampah atau tipping fee bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Bima Arya mengatakan, terkait pengolahan plastik jadi biodisel, MoU sudah dilakukan di Kota Bogor dengan plastic energy. Saat di London kemarin itu dilakukan pembicaraan khusus dengan CEO nya Mr.Carlos Monreal. Disitu disepakati hal kongkrit, bahwa plastic energy akan membangun pengolahan sampah plastik menjadi bio diesel dibeberapa kota di Jawa Barat.
"Dari beberapa kota itu, baru dimulai di Bandung dan Kota Bogor," ungkap Bima kepada INILAH pada Minggu (28/7/2019) siang WIB.
Bima menuturkan, lokasinya pengolahan tersebut, kemungkinan besar di Galuga karena lahan memungkinkan disana. Nanti akan dibicarakan juga dengan Kabupaten Bogor perihal ini.
"Jadi pemerintah tidak mengeluarkan anggaran, kami hanya menyediakan lahan kemudia mereka yang akan mengolah itu," tambahnya.
Bima menegaskan, bahwa dirinya pergi ke luar negeri Insya Allah tidak sia-sia, sehingga tetap mengikuti ada imbauan bapak Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla agar Mendagri yang selektif memberi izinkepala daerah ke luar negeri.
"Ya Insyaallah enggak kan. Ya tetap mengikuti imbauan itu, karena ada hasilnya," tegasnya.
Bima membeberkan, saat di Inggris dirinya mempunyai agenda 23 pertemuan, sebagian besar kongkrit. Paling kongkrit Rp630 miliar nilainya, itu perlu dikawal karena perlu realisasi.
"Kemudian yang kedua saya bertemu dengan mantan menteri luar negeri Australia Alexander Downer yang sekarang menjadi direktur di King Collage yang merupakan sekolah terkemuka didunia yang mencetak pemimpin-pemimpin didunia. Ada pembicaraan akan mengirimkan ASN Kota Bogor untuk sekolah di King Collage dan masih ada pembicaraan lainnya," bebernya.
Bima juga menambahkan, ada juga rencana ulama-ulama Kota Bogor untuk program pertukaran ulama ke negara-negara di Eropa. Dengan adanya beberapa hasil itu, untuk pembiayaan ke luar negeri Wali Kota Bogor menggunakan APBD.
"Ya tetapi kalau disana akomodasi disiapkan. Ya kalau biaya sesuai dengan anggaran untuk wali kota," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Bsafaat

