Bima Arya Terus Berusaha 'Menyulap' Pasar-pasar Kota Bogor Jadi Pusat Ekonomi

Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim dalam kurun 6 tahun terakhir Pemkot Bogor berusaha menjadikan pasar-pasar menjadi pusat ekonomi. 

Bima Arya Terus Berusaha 'Menyulap' Pasar-pasar Kota Bogor Jadi Pusat Ekonomi
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya mengklaim dalam kurun 6 tahun terakhir Pemkot Bogor berusaha menjadikan pasar-pasar menjadi pusat ekonomi. 

"Selama ini penataan dilakukan melalui skenario yang diimbangi antisipasi tempat untuk relokasi. Artinya, menyelaraskan semua kepentingan dan menempatkan kepentingan publik diatas segalanya," ungkap Bima Arya di sela-sela  diskusi panel 'Sinergi Menuju Penerapan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat Guna Meningkatkan Daya Saing Pasar Rakyat' di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (4/12) siang WIB.

Bima berharap peran serta semua pihak dalam berkoordinasi serta berkolaborasi mewujudkan program tersebut. "Saya membagi pasar dalam empat tingkatan, yakni pasar sebagai tempat mencari nafkah, pusat ekonomi, tempat wisata dan pusat peradaban. Sebagai tempat mencari nafkah merupakan tingkatan yang paling bawah," tuturnya.

Bima menyebut pasar adalah tempat yang paling ‘basah’ dan pasar sebagai pusat ekonomi atau pusat perdagangan.  "Tingkatan ketiga, pasar sebagai tempat wisata. Yang bisa dijadikan sebagai ukurannya adalah komposisi pengunjung yang bukan didominasi warga lokal, tetapi ada turis, ukuran utama lainnya adalah lokal karakter yang terasa kuat dan semuanya sudah tertib," jelasnya.

Bima memaparkan, tingkatan yang paling tinggi adalah pasar sebagai pusat peradaban. Pengunjung yang datang bukan sekadar karena basic needs (kebutuhan dasar). Contohnya sunday market di Eropa. 

Dia mengakui tidaklah mudah untuk mengubah pasar dari level pertama ke level berikutnya, tetapi bukan berarti tidak bisa. "Beberapa alasannya, masih adanya kepentingan lain di atas kepentingan publik," paparnya.

Bima Arya berharap majunya pengelolaan pasar Kota Bogor bukan sebatas komitmen, tetapi juga aksi. "Jadi, tidak hanya dalam tataran konsep juga implementasinya," pungkasnya. (rizki mauludi)


Editor : Bsafaat