Bima Evaluasi Dishub, Ini Janji Kadishub Baru
Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Dedie A Rachim, dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor di ruang rapat kantor Dishub Kota Bogor, Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (6/1/2020).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Dedie A Rachim, dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor di ruang rapat kantor Dishub Kota Bogor, Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (6/1/2020).
Hasilnya, Dishub Kota Bogor diminta untuk segera menjalankan program rerouting, konversi, dan trem.
"Saya minta konsistensi untuk tupoksi utama diantaranya yaitu penempatan petugas mengurai kemacetan di titik yang menjadi persoalan selama ini, baik di pintu Kebun Raya Bogor (KRB) kemudian di Jalan MA Salmun atau Pasar Anyar kemudian juga di Paledang. Saya minta itu langsung menjadi fokus atensi tim," kata Bima.
Dia melanjutkan, hal kedua yakni akselerasi program utama konversi juga rerouting. Sebab, kedua program itu terus berlanjut. Namun, dalam pelaksanaanya membutuhkan modifikasi pola kemitraannya dengan pihak ketiga dan pola subsidi.
Bima menerangkan, hasil evaluasi juga ada beberapa opsi baru seperti dua angkot jadi satu trayek dengan skema percepatan.
"Tapi ujungnya ditargetkan seperti tiga angkot menjadi satu. Namun ada fase pengurangan, intinya mereduksi jumlah angkot," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan sebagai awal pihaknya akan melakukan pemetaan masalah.
"Nanti Minggu ini kami coba dengan kekuatan yang ada akan action di lapangan pada titik-titik yang tadi disampaikan. Kami sampaikan ke teman-teman semua yang ada di jajaran Dishub bahwa permasalahan transportasi itu kami bersama-sama jaga Bogor dari kemacetan. Segala macam orang banyak disini liburannya, minimal kami itu meminimalisir kemacetan," terangnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

