Bima Gulirkan Ide Ini di Jembatan Otista Untuk Wisatawan 

Jembatan Otista. Akan dibuatkan dek khusus di bagian bawah jembatan untuk edukasi sejarah dan titik foto wisatawan. 

Bima Gulirkan Ide Ini di Jembatan Otista Untuk Wisatawan 

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menggulirkan ide bagus untuk menjaga warisan pusaka dan catatan sejarah Jembatan Otista. Akan dibuatkan dek khusus di bagian bawah jembatan untuk edukasi sejarah dan titik foto wisatawan

Sementara itu tetap dibangun pondasi Jembatan Otista baru sesuai rencana awal karena diperlukan struktur yang lebih kuat serta jembatan lebih luas.

"Jembatan Otista secara keseluruhan akan dibangun pondasi baru karena perlu struktur yang lebih kuat agar jembatan lebih luas dan bisa menampung kendaraan lebih besar," ungkap Bima kepada INILAH melalui keterangan tertulis pada Senin 21 Mei 2023.

Bima melanjutkan, tetapi sangat memungkinkan untuk menjaga struktur lengkungan yang dibangun pada 1920 dan menjadi ciri khas Jembatan Otista

"Ini untuk menjaga warisan pusaka dan catatan sejarah. Akan dibuatkan dek khusus di bagian bawah jembatan untuk edukasi sejarah dan titik foto wisatawan," tegas Bima.

Bima menyampaikan, saat ini, pengerjaan sudah memasuki tahap pengangkatan rangka jembatan. 

"Semoga Allah SWT mudahkan agar pengerjaan bisa tepat waktu," terangnya.

Sebelumnya juga, Bima menegaskan, bahwasanya dari awal tidak ada masalah soal pembangunan Jembatan Otista. Meski belum tercatat sebagai benda cagar budaya, lengkungan Jembatan Otista sedari awal memang dipertahankan, dikarenakan untuk menjaga warisan masa lalu. Sehingga pembangunan tetap berjalan sesuai dengan waktu dan rencana awal.

"Jadi begini, jembatan itu ada tahapannya (untuk masuk jadi cagar budaya-red). Jadi jembatan ini tidak masuk kategori yang sudah ditetapkan cagar budaya, karena tidak ada prosesnya," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, tetapi dari awal, target Pemkot Bogor selain untuk bisa dilebarkan dan dikuatkan, tetapi harus ada tetap penghormatan atau ikhtiar untuk menjaga warisan masa lalu.

"Begitu ya. Makanya ada bagian-bagian dari awal kami ingin pertahankan. Semisal lengkungan dan sebagainya," tutur Bima.

"Ya seperti itu, tidak ada masalah sama sekali dan pembangunan tetap berjalan. Kami harus sesuai dengan target dan saya inginnya malahan harus lebih cepat dari target yang ada..Lebih cepat dari Bulan Desember 2023 kalau bisa. Tetapi ada bagian yang nanti tetap dipertahankan, untuk menjaga ciri khas Jembatan Otista," tambah Bima.

Saat ditanya bagian mana saja yang akan dipertahankan, Bima memaparkan, ada bagian tertentu yang dipertahankan, yaitu bagian lengkung itu. Seharusnya bisa dipertahankan. 

"Kan tidak ada masalah sama sekali. Saya sepakat semua, pembangunan tetap berjalan tetapi yang ciri khas kami coba pertahankan," pungkasnya.

Sementara itu, Manager Proyek pembangunan Jembatan Otista, Berry Ciptadi menerangkan, progres pembangunan saat ini sudah sekitar 2 persen, masih ada deviasi positif angka 1 persen. 

"Kami saat ini lebih ke pembongkaran aspalnya, plat Jembatan dan galian-galian tanah. Belum masuk kontruksi," ungkap Berry.

Berry mengatakan, soal pembongkaran jembatan sebagian ditunda, tidak akan memperlambat pengerjaan proses pembangunan karena itu sebagian dari metode yang dilaksanakan kedepan. 

"Itu bagian dari metode kami yang akan dikerjakan. Kalau target erection gilder dibulan September 2023. Masih lama ke arah kontruksi Jembatan Otista, karena perlu persiapan dari pondasi serta lainnya baru akan dikerjakan," tutur Berry.

Saat ditanya soal Jembatan Otista yang diduga cagar budaya, Berry menerangkan, sudah sempat dijelaskan ada plan A dan plan B. Itu tidak akan mempengaruhi ke time schedule pembangunan. Jembatan putus sebelah kiri, dua Minggu ini akan putus karena alat sudah ready.

"Kalau memang memungkinkan cuaca dan ada pekerjaannya memungkinkan kami kerja 24 jam. Saat ini belum dimaksimalkan 24 jam. Sejauh ini masih aman proses pembangunan," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti