Bima Pamerkan Sembilan Inovasi
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mempresentasikan sembilan dari 47 inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor di depan tim juri penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, akhir pekan lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mempresentasikan sembilan dari 47 inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor di depan tim juri penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019 di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, akhir pekan lalu.
Inovasi tersebut antara lain aplikasi SMART dari DPMPTSP, Sistem Informasi Manajemen Tata Ruang (Simtaru) dari Bappeda, Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran (SiBadra) dari Diskominfostandi, Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Sekolah Ibu dari DPMPPA dan PKK, SIMRAL dari BPKAD, Maggot Organik Pada Budidaya Lele.(Manik Bule) dari Dinas Pertanian dan Kampung Tematik Sekebun (Kampung Batik Cibuluh).
“Saat ini era disruptif di mana birokrasi pemerintahan perlu melakukan langkah-langkah konkret dengan terus berkreasi dan berinovasi. Inovasi membuat pemerintah bisa mengikuti perkembangan zaman, tapi yang diperlukan adalah kreasi dan inovasi yang bukan insidental saja,” ungkap Bima.
Bima melanjutkan, beberapa langkah yang telah dilakukan di Kota Bogor yaitu memastikan semua kreasi dan inovasi terasionalisasi. Jadi ada Perwali yang dibuat untuk mendorong agar semua pegawai berinovasi. Lalu, membangun suatu sistem yang mendukung sehingga ada perubahan kultural perilaku di Pemkot Bogor.
“Ada anggaran, ada aturannya, ada juga reward dan punishment. Siapa saja yang berinovasi akan diapresiasi,” tambahnya.
Bima membeberkan, setiap tahun inovasi terus bertambah. Tahun ini saja tercatat ada 47 inovasi yang telah dilakukan dan beberapa akan dinilai Kemendagri.
Pada intinya inovasi saat ini adalah suatu keharusan yang tidak saja harus dilakukan karena persyaratan atau ketentuan dari kementerian, tapi betul-betul harapan untuk memudahkan warga.
“Kota Bogor ke depan menginginkan kota yang ramah keluarga sesuai dengan visi 2019-2024. Semua inovasi ujungnya untuk mewujudkan kota ramah keluarga,” pungkasnya.
Diketahui, presentasi tersebut dinilai langsung Kaban Litbang Dodi Riyadmadji, Kapus Inovasi Daerah Matheus Tan, Tim Juri IGA 2019 dari UCLG ASPAC Helmi Abidin, Kapusat LAN Elly Fatimah, Ristek Dikti Muhammad Amin, Kapus Inovasi LIPI Yan Riyanto, Kabid Inkubasi Teknologi LIPI Setiowiji Handoyo, BPP Kemendagri Sitti Aminah, BPP Kemendagri Hadi Supratikta.
Saat penilai Bima didampingi Kepala DLH Elia Buntang, Kepala DPMPTSP Denny Mulyadi, Kepala Diskominfostandi Firdaus dan Kepala Distani Irwan Rianto. (Rizki Mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

