Bisakah TWICE Ikuti Jejak BLACKPINK Jalani Solo Namun Grup Lanjut di Agensi JYP?
Kini banyak yang mempertanyakan apakah TWICE bisa mengikuti gaya model BLACKPINK yang masih tetap di YG untun grup namun solo dengan agensi masing-masing.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini banyak penggemar K-Pop yang penasaran dengan masa depan girl grup TWICE di bawah agensi JYP Entertainment.
TWICE kini sedang mempersiapkan putaran kedua negosiasi perpanjangan kontrak dengan JYP Entertainment.
Pada tahun 2022, semua member TWICE memperbarui kontrak mereka bersama-sama, berhasil mengatasi apa yang disebut "kutukan tujuh tahun" di K-pop. Sekarang, perhatian telah beralih ke apa yang akan terjadi selanjutnya.
Laporan terbaru dari media Korea telah memicu spekulasi bahwa beberapa member mungkin sedang menjajaki pilihan baru untuk karier individu mereka.
Jeongyeon dilaporkan telah berdiskusi dengan Varo Entertainment, agensi yang mewakili kakak perempuannya, aktris Gong Seung Yeon.
Sementara itu, Tzuyu dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk bekerja dengan agensi yang didirikan oleh ibunya di Taiwan.
Leader Jihyo juga dikaitkan dengan laporan yang mengklaim bahwa dia mungkin akan meluncurkan perusahaannya sendiri setelah menghabiskan lebih dari 20 tahun bersama JYP Entertainment, termasuk masa pelatihannya.
Namun, sejauh ini, JYP Entertainment belum mengkonfirmasi laporan-laporan tersebut. agensi tersebut hanya menyatakan bahwa diskusi perpanjangan kontrak masih berlangsung dan pengumuman resmi akan dibuat setelah keputusan final diambil.
Situasi ini tak pelak lagi menimbulkan perbandingan dengan jalan yang ditempuh BLACKPINK.
Setelah kontrak individu mereka dengan YG Entertainment berakhir pada akhir tahun 2023, Jennie, Lisa, dan Jisoo masing-masing mendirikan agensi mereka sendiri, sementara Rose menandatangani kontrak dengan The Black Label.
Meskipun mengejar karier solo di bawah manajemen yang berbeda, keempat member tersebut tetap mempertahankan kontrak grup mereka dengan YG Entertainment dan terus berpromosi bersama sebagai BLACKPINK.
Selama dekade terakhir, TWICE telah memantapkan diri sebagai salah satu girl group paling sukses dalam sejarah K-Pop.
grup ini pertama kali meraih popularitas sebagai "girl grup nasional" Korea Selatan, memenangkan berbagai penghargaan Daesang, termasuk Lagu Terbaik Tahun Ini untuk lagu hit mereka "Cheer Up."
Sejak itu, TWICE telah berkembang menjadi kekuatan global, menjual puluhan juta album di seluruh dunia.
grup ini juga telah mencapai banyak tonggak sejarah, menjadi girl grup K-Pop pertama yang secara bersamaan menduduki puncak tangga lagu Billboard World Albums dan World Digital Song Sales, yang pertama menyelesaikan Dome Tour di Jepang, dan artis internasional pertama yang menjadi penampil utama di Stadion Nasional Jepang.
Secara internasional, TWICE terus menunjukkan popularitasnya melalui konser stadion yang tiketnya terjual habis di seluruh Amerika Serikat.
Pada Juli 2026, grup ini mengakhiri tur dunia keenamnya, THIS IS FOR World Tour, setelah 81 pertunjukan yang berlangsung selama kurang lebih 12 bulan, menjadikannya tur konser terbesar dan terpanjang yang pernah diadakan oleh girl grup K-Pop.
Bisakah TWICE Sukses dengan Model Gaya BLACKPINK?
Kritikus musik Lim Hee Yun percaya bahwa meskipun TWICE berpotensi mengadopsi struktur manajemen yang mirip dengan BLACKPINK, kedua grup tersebut telah membangun karier mereka di atas fondasi yang sangat berbeda.
Menurut Lim, BLACKPINK dirancang sejak awal untuk menekankan setiap member sebagai merek global yang independen.
Setiap member telah membangun pengakuan individu yang kuat melalui musik solo, kemitraan mode mewah, dan pengaruh internasional.
Fondasi tersebut memungkinkan mereka untuk mengejar karier terpisah tanpa secara signifikan melemahkan daya tarik keseluruhan grup.
Sebaliknya, TWICE telah mencapai kesuksesannya sebagian besar melalui identitas kolektifnya.
Meskipun member seperti Nayeon, Jihyo, dan Tzuyu telah merilis proyek solo, pengakuan global individu mereka belum mencapai tingkat yang sama dengan member BLACKPINK.
Perbedaan besar lainnya adalah ukuran grup. BLACKPINK terdiri dari empat member, sedangkan TWICE memiliki sembilan member.
Mengkoordinasikan perilisan album, tur, dan jadwal promosi di berbagai perusahaan manajemen akan jauh lebih rumit bagi grup yang lebih besar, terutama grup yang memiliki jadwal global yang begitu padat.
Lim juga mencatat bahwa semakin umum bagi idola untuk mencari manajemen terpisah untuk karier solo mereka.
Dengan pesatnya pertumbuhan media sosial, dukungan merek, dan peluang bisnis pribadi, para artis kini memiliki lebih banyak cara untuk menghasilkan pendapatan secara independen.
Beroperasi di luar satu agensi juga memberi mereka kendali yang lebih besar atas merek pribadi dan karier jangka panjang mereka.
Namun, dia menekankan bahwa mengejar manajemen individu tidak selalu menandakan pembubaran grup.
“Para member sendiri memahami bahwa TWICE tetap menjadi aset terbesar mereka,” kata Lim. “Kesadaran itu pada akhirnya bisa menjadi alasan mereka memilih untuk terus bersama.”
Untuk saat ini, masa depan TWICE masih belum pasti. Meskipun rumor tentang para member yang mencari agensi baru terus beredar, babak selanjutnya dari grup ini pada akhirnya akan bergantung pada hasil negosiasi kontrak yang sedang berlangsung dengan JYP Entertainment.***
Editor : Irma Nurfajri

