Blitar Bandung United Kena Sial

Sial, Blitar Bandung United memang sial. Meski sudah ganti pelatih, tim satelit Persib Bandung ini tetap mengalami kekalahan.

Blitar Bandung United Kena Sial
Ilustrasi (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Sial, Blitar Bandung United memang sial. Meski sudah ganti pelatih, tim satelit Persib Bandung ini tetap mengalami kekalahan. 

Kali ini, Blitar Bandung United kalah saat menjamu Aceh Babel United dengan skor 0-1 di Stadion Siliwangi, Jalan Lombok, Kota Bandung, Kamis (12/9/2019). 

Pelatih Blitar Bandung United Budiman tak menampik, merasakan kekecewaan yang begitu mendalam. Padahal, timnya memiliki peluang besar memenangkan pertandingan. 

Selain skuat lawan yang bermain dengan 10 pemain karena terkena hukuman kartu merah, hingga dua kali penalti yang diberikan wasit pertandingan tak mampu dimanfaatkan menjadi gol. Alhasil, Blitar Bandung United semakin terpuruk di dasar klasemen Liga 2 2019 wilayah Barat. 

"Tapi itulah sepak bola. Kami sudah sekuat mungkin dan pemain mencoba memberikan yang terbaik. Saya tidak menyalahkan pemain, kita evaluasi lagi pertandingan agar pertandingan selanjutnya bisa tampil baik," ungkap Budiman usai pertandingan. 

Budiman mengaku masih meraba-raba dalam menurunkan pemainnya. Sebab, dia baru ditunjuk mengisi posisi pelatih menggantikan Liestiadi. 

"Saya baru satu hari. Dan saya akan lebih mengenal pemain karena tidak tahu kualitasnya pemain secara individu," tuturnya. 

Budiman juga memastikan tidak akan menganakemaskan meski sebagian besar pemain ini pilihan pelatih Liestiadi. Menurutnya semua pemain memiliki kesempatan sama untuk bermain.

"Saya sudah tekankan kepada pemain, kalau sekarang kita sudah satu atap. Satu sakit, satu menang. Tidak ada pemain emas, yang terbaik yang saya pasang," tegasnya. 

Budiman berharap timnya bisa tampil baik di laga selanjutnya sehingga keinginan Blitar Bandung United untuk keluar dari zona degradasi bisa terwujud. 

"Ada beberapa pemain yang belum paham dengan posisinya. Tapi sekarang saya sudah ada gambaran siapa pemain yang betul-betul tidak mengerti. Karena bukan teknik, tapi harus mengerti baik saat bertahan maupun menyerang," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)


Editor : suroprapanca