Blunder Fatal Tak Goyahkan Mental Ernando Ari di Timnas Indonesia

Ernando Ari jadi salah satu pemain yang disorot ketika Timnas Indonesia takluk 0-2 menghadapi Irak dalam babak kedua kualifikasi Piala Dunia Zona Asia

Blunder Fatal Tak Goyahkan Mental Ernando Ari di Timnas Indonesia
Kiper Timnas Indonesia Ernando Ari merasa bersyukur mendapat dukungan penuh meski sempat melakukan blunder. (antara foto)

INILAHKORAN, Bandung- Akhirnya penjaga gawang Timnas Indonesia Ernando Ari mencurahkan isi hatinya usai sempat jadi sasaran kritik lantaran melakukan blunder fatal.

Ernando Ari jadi salah satu pemain yang disorot ketika Timnas Indonesia takluk 0-2 menghadapi Irak dalam babak kedua kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, beberapa waktu lalu.

Ernando Ari melakukan penguasaan bola di area kotak penalti Indonesia tetapi akhirnya bola bisa dicuri pemain Irak dan berujung gol.

Beruntung, Ernando Ari mampu membayar kesalahan itu dengan tampil baik ketika Indonesia mengalahkan Filipina untuk menyabet satu tiket ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menemani Irak sang pemuncak klasemen.

Belum lama ini, Ernando akhirnya menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan satu timnya serta para suporter Indonesia.

Ketika laga melawan Filipina, para suporter yang memadati SUGBK meneriakkan nama Ernando sebagai bentuk dukungan.

"Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih untuk doa serta dukungannya, saya tahu masih banyak kekurangan yang saya miliki. Tetapi saya berada di tim nasional hebat yang selalu saling menguatkan dan mensupport saya tanpa lelah di setiap pertandingan yang saya jalani," kata Ernando di Instagram @nandoariiiss.

"Sekarang kita akan fokus pada pertandingan yang lebih besar dan juga lebih berat tentunya. Namun saya percaya dengan pelatih dan teman-teman saya yang hebat bisa kita raih bersama impian ini. Apalagi kami punya supporter yg luar biasa!" ungkapnya.

Drawing babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sendiri bakal berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 27 Juni mendatang.

Ketika drawing digelar, 18 negara peserta dibagi menjadi enam pot yang diisi tiga negara. Penentuan posisi pot diambil berdasarkan peringkat FIFA.

Indonesia sendiri berada di pot terendah lantaran jadi satu dari tiga negara dengan ranking FIFA paling bontot.

Indonesia berada di pot 6 dan berpotensi menghadapi negara-negara kuat seperti Jepang, Australia, ataupun Arab Saudi di pot teratas.***


Editor : Bsafaat