BMKG Bandung Ingatkan Potensi Bencana Akibat Hujan Lebat
Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu mengingatkan, masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis .
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu mengingatkan, masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis yang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Menurut ia, dinamika atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Barat termasuk Bandung Raya.
“Labilitas atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat. Ini menjadi kondisi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal, terutama pada siang hingga sore hari,” kata Teguh Rahayu, Kamis 5 Maret 2026.
Sambung ia, suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia meningkatkan suplai uap air. Sementara fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer frekuensi rendah memperkuat potensi hujan.
BMKG juga memantau adanya bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah. Meski tidak berdampak langsung, bibit siklon ini meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bali.
"Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor sampai pohon tumbang," ucapnya.
Dikemukakan Teguh, pada Rabu 4 Maret 2026. hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Jawa Barat. Di Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, tercatat kecepatan angin mencapai 31,5 km/jam dengan intensitas hujan 17 mm/jam.
Beberapa pohon tumbang dan genangan air dilaporkan terjadi di Bandung Raya, Sukabumi, Sumedang, Cirebon dan Kuningan. Aktivitas awan Cumulonimbus juga memicu kilat dan petir yang menambah risiko bagi masyarakat.
“Warga diminta tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar dan selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG,” ujar dia.
Ia juga mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam merencanakan perjalanan darat, laut maupun udara mengingat cuaca dapat berubah cepat. BMKG menekankan, pentingnya kesiapsiagaan instansi terkait dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologis.***
Editor : JakaPermana

