BMKG: Bertepatan Puncak Musim Hujan, Imlek 2022 Tahun Ini di Kota Bandung pun Diprediksi Turun Hujan

BMKG memprediksi pada Hari Raya Imlek 2022 nanti, Kota Bandung bakal diguyur hujan. Pasalnya, itu bertepatan dengan puncak musim hujan.

BMKG: Bertepatan Puncak Musim Hujan, Imlek 2022 Tahun Ini di Kota Bandung pun Diprediksi Turun Hujan
Lantaran bertepatan puncak musim hujan, BMKG mangatakan Imlek 2022 tahun ini pun cuaca Kota Bandung diprediksi turun hujan.

INILAHKORAN, Bandung - BMKG memprediksi pada Hari Raya Imlek 2022 nanti, Kota Bandung bakal diguyur hujan. Pasalnya, pada Selasa 1 Februari 2022 itu bertepatan dengan puncak musim hujan.

Secara ilmiah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Hari Raya Imlek memang selalu jatuh antara akhir Januari dan awal Februari. Forecaster Stasiun Geofisika Kota Bandung Yan Firdaus menyebutkan, pada saat itu memang bertepatan dengan puncak musim hujan dan curah hujan tinggi.

Menurutnya, perayaan tahun baru Imlek 2022 kerap dikaitkan masyarakat Indonesia khususnya Kota Bandung dengan hujan. Hujan di saat perayaan Imlek sering disebut pertanda akan datang banyak rejeki yang berlimpah. Dia menuturkan, BMKG mencatat hal tersebut mengundang pertanyaan masyarakat, mengapa perayaan Imlek identik dengan turunnya hujan.

Baca Juga: Mengapa Tahun Baru Imlek Selalu Hujan? Ini Penjelasan BMKG

"Terhitung sejak Jumat 28 Januari 2022 hingga tiga hari ke depan atau hingga akhir bulan Januari ini cuaca di Kota Bandung curah hujan terbilang sedikit dan anginnya cukup kencang," ujar Yan Jumat 28 Januari 2022.

Selain dampak hujan terhadap Imlek 2022, Yan mengamati perihal musim hujan secara empiris. Dia menuturkan, di wilayah Kota Bandung dan Bandung Raya itu musim huna dimulai November dan akan berakhir pada Maret mendatang.

Sedangkan, musim kemarau pada 2022 ini di wilayah Bandung Raya dimulai pada Juni dan berakhir pada Sepember nanti.

Baca Juga: Inilah 7 Dekorasi Imlek, Dipercaya Datangkan Keberuntungan Lho...

Terkait dengan kondisi Kota Bandung terkini, masyarakat diharapkan selalu waspada karena perubahan cuaca cukup cepat dari cerah ke mendung dan kemudian angin kencang cukup cepat terjadinya.

"Jika terjadi awan mendung atau angin mulai terasa kencang, masyarakat diharapkan langsung mencari perlindungan," imbuhnya. (*)


Editor : inilahkoran