BMKG Ungkap Penyebab Kota Bandung Menjadi Dingin

Angin yang cukup membuat suhu Kota Bandung menjadi lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari kebelakang, dikarenakan terdapat pertemuan antara siklon tropis Freddy dan massa udara di Selat Sunda.

BMKG Ungkap Penyebab Kota Bandung Menjadi Dingin

INILAHKORAN, Bandung - Angin yang cukup membuat suhu Kota Bandung menjadi lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari kebelakang, dikarenakan terdapat pertemuan antara siklon tropis Freddy dan massa udara di Selat Sunda.

Hal itu disampaikan Prakirawan Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung  Yan Firdaus.

Ia mengungkapkan, selain pertemuan antara siklon tropis Freddy dan massa udara di Selat Sunda, terdapat juga dua faktor yang menyebabkan angin kencang terjadi di Bandung Raya dan umumnya di Jawa Barat.

Pertama terdapat pertemuan massa udara di Selat Sunda yang bergerak ke Jawa Barat. Kedua pertumbuhan siklon tropis paddy yang saat ini berada di wilayah Jawa Tengah.

Kedua hal tersebut, membuat massa udara di Selat Sunda semakin menguat yang menyebabkan Jawa Barat dan Bandung Raya dirasakan angin kencang.

"Pertumbuhan dari siklon tropis paddy cukup kuat sehingga 48 jam ke depan kemungkinan masih ada di Indonesia sehingga angin kencang masih dapat dirasakan paling tidak 48 jam ke depan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/2/2023).

Dampak yang terjadi akibat kedua faktor tersebut selain angin kencang, ia mengatakan di pesisi Jawa Barat curah hujan meningkat. Namun, curah hujan di Bandung Raya akan  berkurang namun angin kencang akan terasa.

"Dampaknya di wilayah pesisir Jabar kemungkinan curah hujan meningkat sedangkan Bandung Raya agak berkurang tapi angin kencang dirasakan," katanya.

Dengan terjadinya fenomena tersebut, masyarakat diminta untuk berhati-hati, terlebih untuk mengurungkan niat berangkat ke pantai selatan karena gelombang mencapai empat meter.

Yan menambahkan angin kencang tidak dapat berubah menjadi angin puting beliung. Sebab mekanisme kedua fenomena cuaca tersebut berbeda.

 


Editor : Ahmad Sayuti