BNNP Jabar Gelar Operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika
Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Jabar di bawah pimpinan Brigjen Pol M Arief Ramdhani menggelar Rilis Hasil Operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika pada Senin, 10 November 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Badan narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Jabar di bawah pimpinan Brigjen Pol M Arief Ramdhani menggelar Rilis Hasil operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan narkotika pada Senin, 10 November 2025.
Kegiatan BNNP Jabar tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi terpadu yang telah dilaksanakan secara serentak pada 7-8 November 2025 di berbagai wilayah Jawa Barat.
Dalam keterangannya, Arief menjelaskan operasi itu merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam memulihkan kawasan rawan narkotika di wilayah Jawa Barat. operasi ini dilaksanakan BNNP Jabar bersama BNNK Cimahi, BNNK Bandung Barat, BNNK Bogor, dan BNNK Kuningan. Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Pemerintah Daerah, Pemerintah Kota dan Kabupaten, Bea Cukai, serta Imigrasi.
Sebanyak 273 personel gabungan terlibat dalam pelaksanaan operasi ini. Adapun kegiatan dilakukan di enam lokasi berbeda, yaitu Kelurahan Cicadas Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung, Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir Kota Bandung, Kampung Cibogo Tegal Desa Cibentang Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor, Kelurahan Cibabat Kota Cimahi, Desa Jalaksana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan, dan Desa Cangkorah Kabupaten Bandung Barat.
“operasi terpadu ini merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk mewujudkan Jawa Barat yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. Kami melibatkan berbagai unsur, baik aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah, agar hasilnya lebih maksimal dan berkelanjutan,” ujar Arief di Kantor BNNP Jabar, Senin 10 November 2025.
Dalam pelaksanaan operasi, petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap sekitar 230 orang. Dari hasil pemeriksaan tersebut, 14 orang diamankan. Sebanyak 12 orang di antaranya menjalani proses rehabilitasi, satu orang ditetapkan sebagai Laporan Kasus narkotika (LKN) oleh BNNK Bogor dengan barang bukti berupa tiga paket kecil diduga sabu seberat brutto 0,89 gram dan satu linting ganja seberat brutto 0,54 gram. Satu orang lainnya diserahkan ke Polres Cimahi dengan barang bukti berupa alat hisap sabu (bong) dan satu cangklong berisi sisa pakai narkotika jenis sabu.
Selain itu, petugas juga menemukan satu paket kecil diduga sabu seberat brutto 0,41 gram tanpa pemilik. Barang bukti tersebut saat ini tengah diproses secara administrasi dan akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan untuk mengungkap siapa pemiliknya.
Arief menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pemulihan kawasan agar masyarakat terbebas dari pengaruh narkotika. “Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan oleh aparat saja, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, BNNP Jabar mengimbau seluruh Ketua RT dan RW di wilayah Jawa Barat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing. Arief menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam deteksi dini dan pelaporan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Laporkan jika melihat aktivitas yang mencurigakan. Kewaspadaan bersama ini sangat penting untuk mencegah terbentuknya kembali kawasan rawan narkotika di Jawa Barat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah preventif seperti edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan lingkungan sosial juga akan terus dilakukan oleh BNNP Jawa Barat agar tidak muncul kembali kawasan-kawasan yang rentan terhadap peredaran narkoba.
Sebagai pembanding, BNN RI bersama Polri sebelumnya telah melaksanakan operasi di Kampung Ambon dan Kampung Bahari, Jakarta. Dalam operasi tersebut ditemukan berbagai barang bukti berupa narkotika, senjata api, uang tunai, serta perhiasan yang diduga berasal dari hasil kejahatan narkotika.
“Jangan sampai di Jawa Barat muncul kampung-kampung narkoba seperti yang terjadi di Jakarta. Kita harus menjaga wilayah kita bersama agar tetap aman dan bersih dari narkoba,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

