Bobotoh Bedah Gol Kontroversial Dewa United Pakai Hukum Fisika, Hasilnya Jadi Sorotan

Salah satu akun membedah soal gol kontroversial Dewa United memakai hukum fisika.

Bobotoh Bedah Gol Kontroversial Dewa United Pakai Hukum Fisika, Hasilnya Jadi Sorotan
Bobotoh Bedah Gol Kontroversial Dewa United Pakai Hukum Fisika, Hasilnya Jadi Sorotan/Instagram din_zarel

INILAHKORAN.ID - Gelombang kekecewaan Bobotoh pasca-laga Persib Bandung melawan Dewa United pada Senin, 20 April 2026, memasuki level baru. 

Tak sekadar melayangkan protes di kolom komentar, seorang suporter melalui akun Instagram din_zarel mendadak viral setelah menggunakan pendekatan ilmiah dan hukum fisika untuk membuktikan bahwa bola sudah keluar garis lapangan.

​Aksi ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah analisis mendalam tersebut dibagikan ulang oleh berbagai akun komunitas, termasuk akun X (Twitter) @erseee_ dan @ratnandes.

​Analisis Akun din_zarel: Sumbu X, Sumbu Y, dan Teori Levitasi

​Dalam unggahan aslinya, akun din_zarel membedah momen krusial sebelum gol Dewa United tercipta dengan menggunakan diagram koordinat. Ia menjelaskan secara mendetail posisi bola terhadap groubd line.

Akun tersebut bahkan menghitung perkiraan jarak jika bola melayang. Dengan standar diameter bola FIFA sebesar 22,3 cm, ia menghitung bahwa tinggi levitasi minimal agar bola dianggap masih menyentuh garis imajiner adalah 5,58 cm.

​"Bobotoh benar-benar mengubah satu gol kontroversial jadi kelas fisika penuh. Ini level kekecewaan dan dedikasi yang sama sekali beda," tulis salah satu netizen mengomentari karya din_zarel tersebut.

​Selain menggunakan istilah teknis yang rumit, akun din_zarel juga menyelipkan humor segar dalam analisisnya. Ia menggunakan perumpamaan benda sehari-hari untuk mempermudah logika pembaca yang tidak memahami fisika tingkat lanjut.

​"Berarti tinggi levitasi minimal 5,58 cm (lebih panjang dari kuningan kunci motor Beat kamu)," tulis din_zarel dalam keterangan diagramnya yang langsung mengundang gelak tawa sekaligus kekaguman.

​Aksi membedah pertandingan dengan sains ini merupakan bentuk protes elegan atas kinerja VAR dan wasit yang dianggap tidak jeli. Bobotoh merasa dirugikan karena keputusan sahnya gol tersebut membuat Persib harus puas berbagi poin dengan skor akhir 2-2.


Editor : Firda Rachmawati