Bogor dan Sekitarnya Diguncang Lima Kali Gempabumi, Begini Pesan BMKG

Dari informasi BMKG Bogor dampak gempa sangat terasa di wilayah Pamijahan dan Kabandungan sesuai laporan dari masyarakat wilayah tersebut.

Bogor dan Sekitarnya Diguncang Lima Kali Gempabumi, Begini Pesan BMKG
Dari informasi BMKG Bogor dampak gempa sangat terasa di wilayah Pamijahan dan Kabandungan sesuai laporan dari masyarakat wilayah tersebut.

INILAHKORAN, Bogor - Kota Bogor dan sekitarnya diguncang lima kali gempabumi pada Rabu 29 Januari 2025 pagi. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) beberkan dampaknya.

Dari informasi BMKG Bogor dampak gempa sangat terasa di wilayah Pamijahan dan Kabandungan sesuai laporan dari masyarakat wilayah tersebut.

BKMKG Bogor mengungkap, gempa bumi pertama dengan  magnitudo 3,2 terjadi pada pukul 04.55 WIB sumbernya 25 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman 9 kilometer.

Berselang satu menit gempabumi kedua terjadi pukul 04.56 WIB dengan magnitudo 3,1 pusat gempa berlokasi 23 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman 11 kilometer.

Kemudian, gempabumi ketiga terjadi pukul 05.29 WIB dengan magnitudo 2,1 dengan pusat gempa 22 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman 15 kilometer. Kemudian sekitar 3 menit kemudian gempabumi susulan terjadi dengan magnitudo 2,0 pusat gempa 26 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman 13 kilometer. Terakhir tiga menit kemudian terjadi gempabumi susulan atau gempa kelima dengan magnitudo 2,4 pusta gempa 23 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman 8 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto menuturkan, gempabumi tektonik magnitudo 3,2 dirasakan di Kota Bogor pada Rabu 29 Januari 2025 pukul 04.55 WIB, wilayah Kota Bogor dan sekitarnya. Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan 3,2 magnitudo, Episenter terletak pada koordinat 6.74 LS dan 106.62 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 25 km baratdaya Kota Bogor-Jawa Barat pada kedalaman 9 kilometer.
 
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat," ungkap Hartanto dalam keterangan tertulis kepada wartawan pada Rabu 29 Januari 2025 pagi.

Hartanto menjelaskan, dampak gempabumi berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan  di wilayah Pamijahan dan Kabandungan dengan Skala Intensitas II - III MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," jelasnya.

Hartanto menerangkan, hngga pukul 05:25 WIB, hasil monitoring BMKG telah menunjukkan adanya aktivitas gempabumi.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya.***


Editor : Bsafaat