Bogor Tumbuh lewat Toleransi

Bogor Tumbuh lewat Toleransi
TOLERANSI TINGGI: Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan, karakter warga Kota Bogor memiliki rasa punya toleransi tinggi dan saling menghargai.(Foto: INILAH/ RIZKI MAULUDI)

INILAH, Bogor - Sebuah kota bukan hanya tentang jalan, bangunan, atau ruang publik. Karakter sebuah kota juga tumbuh dari cara warganya saling memperlakukan, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, salah satu karakter yang melekat pada Kota Bogor adalah toleransi masyarakatnya.

Sikap saling menghargai dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kota yang aman, damai, dan sejahtera.

"Karakter Kota Bogor itu adalah orang-orang yang punya toleransi tinggi, yang bisa saling menghargai.

Siapa pun yang ada di Kota Bogor terjaga, aman, damai, bahkan sejahtera," kata Dedie, Minggu (4/10).

Menurut Dedie, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter tersebut. Apa pun tempat seseorang menempuh pendidikan, tujuan akhirnya bukan hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Karena itu, Pemkot Bogor terus memperkuat semangat toleransi melalui berbagai kegiatan masyarakat.

Saling menghargai dan menyayangi diharapkan menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

"Dan ujung-ujungnya tadi, bagaimana kemudian kami bisa membangun kota sebagai tempat untuk melaksanakan kehidupan dari pagi sampai pagi lagi secara aman, damai," paparnya.

Manusia, kata Dedie, merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Pendidikan kemudian menjadi salah satu ruang untuk belajar memahami keberadaan orang lain dan membangun hubungan yang saling menghormati.

Dari sana, kehidupan bersama tidak berhenti pada toleransi. Ada pula sikap saling menyayangi, menghargai, menolong, hingga bergotong royong dalam kebaikan. "Kemudian tentunya saling tolongmenolong juga bergotong royong dalam kebaikan," jelasnya.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran