INILAH, Bogor - Pasca peristiwa hujan deras disertai angin kencang di Kota Bogor yang menyebabkan enam pohon tumbang dan tujuh atap rumah warga rusak tertiup angin, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan imbauan kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem seperti, hujan sekarang ini.
"Ya, sebaiknya warga di saat seperti hujan deras apalagi disertai angin kencang, kurangi aktivitas tidak terlalu banyak di luar. Terutama di sekitar jalan-jalan yang penuh banyak pohon besar," ungkap Bima Arya, kepada INILAH pada Senin (18/10/21) siang.
Bima melanjutkan, dalam mengahadapi cuaca ekstrim ini pihaknya meminta Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) untuk memonitor wilayah. Jika ditemukan pohon yang rawan tumbang, segera ditebang.
"Akhir-akhir ini banyak pohon tumbang dinas akan berkeliling terus memonitor pohon yang sudah masuk kategori rawan itu akan ditebang," tuturnya.
Bima Arya juga menuturkan, aparatur di wilayah juga akan terus diingatkan, agar siap dalam mitigasi bencana. Seperti, melakukan normalisasi saluran air agar tidak menjadi bencana di kemudian hari.
"Saya minta kepada aparat wilayah saya ingatkan semua harus siap dengan mitigasi bencana. Harus bisa memastikan titik-titik banjir diantisipasi, saluran air, drainase, semuanya ini kami normalisasi," tuturnya.
Bima menegaskan, hal kedua sistem komunikasi informasinya efektif. Jadi begitu ada kejadian bisa ditanggulangi.
"Ya, kan tadi itu, siap mitigasi bencana, memastikan titik-titik banjir diantisipasi seperti saluran air atau drainase. Semua di normalisasi jangan sampai jadi persoalan," tegasnya.
Untuk saat ini, pihaknya terus melakukan screening atau kalau memang rawan segera ditebang.
"Saya sekali lagi mengimbau agar mengurangi aktivitas diluar saat hujan. Jangan terlalu banyak diluar," pungkasnya.*** (rizki mauludi)