Wali Kota Bima Arya Sebut Penyebaran Varian Omicron Sangat Ekstrem

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa lonjakan pandemi Covid-19 varian Omnicron sangat ekstrem

Wali Kota Bima Arya Sebut Penyebaran Varian Omicron Sangat Ekstrem
Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut penyebaran kasus Covid-19 Omicron sangat ekstrem.

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa lonjakan pandemi Covid-19 varian Omnicron sangat ekstrem, lantaran penambahan kasus positif per harinya bisa diangka 700 lebih.

Angka penambahan Covid-19 varian Omicron, menurut Bima Arya  melebihi puncak angka saat pandemi Covid-19 varian delta. Karena itu Bima meminta agar masyarakat segera melakukan vaksin, booster dan mengurangi mobilitas.

"Saya menitipkan tingginya pandemi lonjakan (Omicron) sangat ekstrem bapak ibu sudah melewati puncak angka penambahan perhari saat pandemi Covid-19 delta. Diketahui puncak delta penambahan perhari hanya 600 kasus, sekarang perharinya bisa diatas 700," ungkap Bima kepada INILAH pada Selasa  15 Februari siang.

Baca Juga: Ada Sholat yang Tak Diterima Allah, Simak Supaya Ibadah Solat Kita Tidak Sia-Sia!

Bima melanjutkan, meski demikian, kebanyakan gejala ringan, kemudian untuk angka Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) SeKota Bogor masih terkendali. Ada tiga kategori yang harus diwaspadai ketika terpapar omnicron, yaitu lansia, komorbit dan yang belum divaksin.

"Saya juga titip kepada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) SeKota Bogor agar diberikan atensi kepada para tenag pendidik, karena angka tenaga pendidik untuk melakukan booster sangat rendah. Karena saat booster saja, saya beberapa hari lalu tidak apa-apa. Saat ini saya lebih kuat, kenapa harus vaksin, karena penyebaran omnicron lebih cepat dari delta," tutur Bima.

Bima juga menerangkan, aparatur wilayah agar memonitor Protokol Kesehatan (Prokes) warga, kemudian bidang ekonomi pandemi Covid-19 omnicron tidak begitu berdampak seperti delta. Karena itu harus segera digenjot vaksinasi Kota Bogor, agar semua lengkap vaksin.

Baca Juga: Boy Grup Baru Brand New Music, YOUNITE Mulai Perkenalkan Member Pertama Lee Eun Sang

"Kami terus geber vaksinasi, agar saat terpapar nanti warga bergejala ringan saja," terangnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor merilis update penambahan kasus Covid-19 Kota Bogor selama satu minggu terakhir dibulan Februari 2022, hasilnya penambahan kasus hingga minggu ini naik 117% dengan jumlah total 3.895 kasus positif dari sebelumnya 1.793 kasus positif, tetapi jumlah kasus sembuh juga naik 348% dengan total 878 orang yang sembuh dari 196 orang. Sementara itu kasus kematian masih diangka 0, sementara tercatat penyebaran tertinggi terjadi di keluarga atau klaster keluarga sebanyak 18,54% dari jumlah kasus aktif dengan total 5.078.

"Total jumlah kasus positif selama pandemi Covid-19 Kota Bogor adalah 43.876 kasus positif, jumlah yang sembuh 38.268 (87,2%), meninggal 530 (1,2%), kasus aktif 5.057 (11,6%). Untuk penambahan kasus minggu ini 3.895, atau naik 117% dibandingkan minggu sebelumnya sebanyak 1.793 kasus," ungkap Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno kepada wartawan pada Senin (14/2/2022) sore.

Baca Juga: Sebentar Lagi Main, Ini Link Livestreaming Persikabo vs PSM, Hanya Bisa Disaksikan di Vidio

Retno melanjutkan, jumlah rata rata kasus harian minggu ini naik dibanding minggu lalu, dari 256 kasus menjadi 556 kasus, dengan jumlah kasus harian tertinggi 691 dan jumlah kasus harian terendah 341.

"Ada kabar baik, jumlah kasus sembuh naik 348% dibanding minggu lalu, dari 196 orang menjadi 878 orang yang sembuh. Kemudian jumlah kematian tetap dibandingkan minggu lalu yaitu 0," terangnya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran