KSAD dan Panglima TNI Harus Adil di Kisruh PT Sentul City dengan Warga Bojong Koneng

Ditahannya Brigjen TNI Junior Tumilar mendapatkan tanggapan dari mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Alghiffari Aqsa Amar.

KSAD dan Panglima TNI Harus Adil di Kisruh PT Sentul City dengan Warga Bojong Koneng
KSAD dan Panglima TNI harus adil di kisruh PT Sentul City dengan warga Bojong Koneng.

INILAHKORAN, Babakan Madang - Ditahannya Brigjen TNI Junior Tumilar mendapatkan tanggapan dari mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta .

Ia yang merupakan kuasa hukum dari terpidana yang merupakan warga Desa Bojong Koneng bernama Ade Emon tersebut, meminta KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman maupun Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa untuk adil dalam menindak perilaku indispliner anggotanya.

"Sesuai pernyataan Brigjen TNI Junior Tumilar dan beberapa klien saya, ada jenderal bintang tiga yang 'membekingi' PT Sentul City Tbk. Bagi saya, baik yang melawan maupun 'membekingi' PT Sentul City dengan dugaan mendapatkan keuntungan ekonomi atau politik, harusnya ditindak atau ditahan karena bertindak di luar tugas pokok dan fungsinya," kata Alghiffari Aqsa Amar kepada wartawan, Rabu 23 Februari 2022.

Baca Juga: Inilah Profil Lengkap Brigjen TNI Junior Tumilaar yang Ditahan Gegara Amuk PT Sentul City

Alghiffari menerangkan, pernah ada kliennya ingin meminta jenderal bintang satu untuk membantu atau membela warga. Namun, jenderal tersebut angkat tangan karena di pihak PT Sentul City Tbk ada jenderal bintang tiga.

"Bagi saya, baiknya jenderal-jenderal yang terlibat dalam kisruh PT Sentul City Tbk dengan warga Desa Bojong Koneng tersebut tetap di barak saja. Mereka jangan ikut campur dalam permasalahan masyarakat sipil hingga permasalahannya semakin pelik. Ayo kita buat negara ini, menjadi negara yang modern," terang Alghiffari.

Ia menuturkan, munculnya Brigjen TNI Junior Tumilar dalam membela kepentingan alas hak atau sengketa lahan warga Desa Bojong Koneng dengan PT Sentul City Tbk terjadi karena mandeknya sistem bernegara.

"Mandeknya sistem bernegara dan berpihaknya unsur pemerintah kepada kepentingan pengembang atau PT Sentuk City Tbk mengakibatkan ada jenderal TNI yang mungkin secara nurani ingin membela rakyat. Untuk menjaga kenetralan TNI, maka mereka diharapkan tidak mencampuri permasalahan masyarakat sipil," tuturnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran