Ada Rumor RY Kendalikan Kabupaten Bogor dari Sukamiskin, Mulyadi: Aparat Hukum Buktikan!
Benarkah RY mengendalikan Kabupaten Bogor dari balik jeruji besi di Lapas Sukamiskin? Mulyadi mendesak aparat usut tuntas!
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Beredar isu mantan Bupati Bogor berinisial RY selama ini 'mengendalikan' Kabupaten Bogor dari balik jeruji besi di Lapas Sukamiskin.
Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi pun meminta aparat hukum untuk segera mengusut tuntas dugaan RY mengendalikan segala kebijakan Kabupaten Bogor dai Sukamiskin itu.
Seperti diketahui, RY merupakan mantan Bupati Bogor yang sedang menjalani proses hukum untuk kedua kalinya setelah sempat bebas dari hukuman penjara pada Kamis, 9 April 2019 lalu.
"Ada isu yang beredar kuat bahwa pengendalian birokrasi, proyek yang bersumber APBD Kabupaten Bogor dan keputusan jabatan jabatan strategis harus selalu mendapatkan restu dengan sowan dulu ke Lapas Sukamiskin untuk menghadap terpidana RY, aparat hukum saya minta membuktikan isu tersebut," tegas Mulyadi kepada wartawan, Jumat 29 April 2022.
Mulyadi menambahkan bahwa konon harus untuk mendapatkan sebuah proyek, maka calon pemenang lelang harus mengikuti aturan yang bersangkutan, akibatnya kualitas pembangunan insfrastrukturnya tidak susuai atau memadai.
Baca Juga: Ada Aktivitas Pembakaran Sampah, Warga TCI Merasa Terganggu
"Untuk mendapatkan proyek pembangunan insfrastruktur, maka penyedia jasa harus mengikuti aturan yang bersangkutan, akibatnya indikasi banyaknya proyek yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bogor yang kualitasnya tidak memadai hingga meluncur ke awal tahun selanjutnya," tambah Mulyadi.
Pria asli Jonggol, Kabupaten Bogor itu memberikan contoh proyek pembangunan Masjid Raya Jonggol yang mendapatkan dana hibah dari Pemkab Bogor yang besarnya sekitar Rp 4,6 Miliar.
"Banyak masyarakat yang protes, mengadukan dan mempertanyakan anggaran yang tidak sebanding dengan hasil renovasi pembangunan Masjid Raya Jonggol tersebut," tandasnya.*** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran

