Bojan Hodak Murka Soal Sanksi Komdis PSSI Kepada Beckham
Bojan Hodak mengungkapkan kekecewaannya. Apalagi sanksi itu dikeluarkan Komdis PSSI sehari jelang pertandingan Persib Bandung vs Madura United.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak murka soal sanksi komdis PSSI kepada pemainnya Beckham Putra.
Bojan Hodak mengungkapkan kekecewaannya. Apalagi sanksi itu dikeluarkan Komdis PSSI sehari jelang pertandingan Persib Bandung vs Madura United.
“Ini sesuatu yang mengecewakan saya, karena dalam lima hari, saya berlatih bersama Beckham, lima hari kami melakukan segala persiapan dengan Beckham, dan semalam sebelum laga Komite Disiplin PSSI mengirimkan kabar bahwa Beckham terkena larangan bermain. Ini sulit dipercaya,” kesal Bojan Hodak.
Pelatih asal Kroasia ini mengaku pernah berkata bahwa sepak bola bukan game seperti di playstation yang mudah untuk menarik satu pemain, lalu menggantinya dengan pemain lain.
“Kami berlatih sepanjang pekan dan satu malam sebelum pertandingan mereka mengirimkan surat ini, ini sangat buruk dan tidak profesional,” tambahnya.
Ia merasa Komdis PSSI tidak menunjukan profesionalismenya. Padahal Liga 1 merupakan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.
“Ini adalah Liga profesional dan mereka tidak bisa melakukan ini. Apakah itu provokasi? Mereka tidak tahu dengan apa yang mereka lakukan,” tuturnya.
Bojan lantas teringat pada musim sebelumnya. Saat itu Komdis PSSI mengubah sanksi yang diberikan kepada Alberto Rodriguez kepada Nick Kuipers sehari jelang pertandingan.
“Saya mengeluhkan ini dan setelah itu mereka memanggil saya. Mereka berkata 'oke ini kesalahan kami dan kami tidak akan melakukan ini lagi'. Tapi tadi mereka melakukannya lagi,” ulasnya.
Bojan pun mengaku heran dengan sanksi tersebut. Apalagi hukuman itu diberikan hanya karena selebrasi Beckham saat melawan Persija Jakarta yang dianggap telah memprovokasi penonton hingga terjadi kericuhan.
Imbasnya, Beckham tidak bisa bermain selama tiga pertandingan ke depan dimulai sejak melawan Madura United. Bahkan pemilik nomor punggung 7 itu harus membayar denda Rp75 juta.
“Saya tidak tahu kenapa dia disanksi, apa yang dia lakukan? Hanya (gestur) dingin tapi disanksi tiga pertandingan. Saya rasa jika di sepak bola Eropa, ada banyak pemain yang jika mencetak gol melakukan ini (selebrasi ice cold). Tapi sekarang di sini, itu membuahkan sanksi. Untuk ini, mereka harus memberi penjelasan, jangan tanyakan pada saya karena saya tidak tahu kenapa,” tegasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

