Bolehkah Menggabungkan Qadha Puasa dengan Puasa Sunnah? Simak Penjelasannya Disini

Pertanyaan tentang apakah boleh menggabungkan niat qadha puasa dengan puasa sunnah sering muncul di kalangan umat Muslim. 

Bolehkah Menggabungkan Qadha Puasa dengan Puasa Sunnah? Simak Penjelasannya Disini
Bolehkah Menggabungkan Qadha Puasa dengan Puasa Sunnah? Simak Penjelasannya Disini

INILAHKORAN, Bandung - Pertanyaan tentang apakah boleh menggabungkan niat qadha puasa dengan puasa sunnah sering muncul di kalangan umat Muslim. 

Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang ingin melaksanakan puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, atau puasa lainnya, sekaligus menunaikan kewajiban mengganti (qadha) puasa Ramadan yang tertinggal. 

Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini? Berikut adalah penjelasannya.

Dasar Hukum Menggabungkan Qadha Puasa dengan Puasa Sunnah
Dalam fiqih Islam, ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum menggabungkan niat antara puasa qadha dan puasa sunnah. Perbedaan ini didasarkan pada metode pemahaman dalil dan penafsiran terhadap niat dalam ibadah.

- Pendapat yang Membolehkan
Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat qadha puasa dengan puasa sunnah. Mereka berpendapat bahwa seseorang yang menggabungkan niat tetap mendapatkan pahala keduanya, yaitu pahala qadha karena menunaikan kewajiban, dan pahala sunnah karena melakukan amalan sunnah pada hari tertentu.

Dalil yang mendukung pendapat ini adalah:

Sabda Nabi Muhammad SAW:

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam fiqih Maliki dan Syafi'i, niat menjadi dasar sahnya ibadah. Jika seseorang berniat untuk qadha puasa, maka kewajibannya terpenuhi, dan ia juga dapat memperoleh keutamaan hari tertentu bila puasanya bertepatan dengan sunnah.

- Pendapat yang Tidak Membolehkan
Sebagian ulama lain, terutama dari kalangan Hanbali, berpendapat bahwa niat untuk ibadah wajib (qadha) dan sunnah tidak boleh digabungkan. Alasannya, ibadah wajib dan sunnah memiliki tujuan yang berbeda, sehingga masing-masing harus dilakukan secara terpisah untuk mendapatkan pahala secara penuh.

Praktik Menggabungkan Niat Qadha dan Sunnah
Berikut adalah contoh praktik penggabungan niat qadha puasa dengan puasa sunnah:

- Puasa Senin atau Kamis: Jika seseorang berutang puasa Ramadan dan ingin berpuasa sunnah pada hari Senin atau Kamis, ia dapat berniat qadha puasa sambil berharap pahala tambahan dari puasa sunnah.
- Puasa Ayyamul Bidh: Seseorang dapat melaksanakan qadha puasa pada tanggal 13, 14, atau 15 bulan Hijriah sekaligus mengharapkan pahala puasa sunnah Ayyamul Bidh.

Cara Berniat Ketika Menggabungkan Puasa
Niat adalah hal utama dalam ibadah puasa. Ketika ingin menggabungkan niat qadha puasa dengan puasa sunnah, utamakan niat untuk qadha terlebih dahulu karena itu adalah kewajiban. Contoh niatnya adalah:

“Saya berniat untuk mengqadha puasa Ramadan pada hari ini karena Allah SWT, sekaligus mengharapkan pahala puasa sunnah.”

Niat dilakukan di malam hari sebelum fajar, sesuai dengan aturan puasa wajib.

Keutamaan dan Pahala
Menggabungkan niat qadha dan sunnah tetap diizinkan bagi yang mengikuti pendapat yang membolehkan. Namun, perlu diingat bahwa pahala sunnah mungkin tidak seutuhnya didapatkan sebagaimana jika hanya melaksanakan puasa sunnah saja. Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, yang terpenting adalah segera menyelesaikan kewajibannya.


Editor : Firda Rachmawati