BPM-KM Poltekkes Bandung, Menampung dan Menyalurkan Aspirasi Mahasiswa

Menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa adalah satu misi dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM-KM) Poltekkes Bandung.

BPM-KM Poltekkes Bandung, Menampung dan Menyalurkan Aspirasi Mahasiswa
Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM-KM) Poltekkes Bandung. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa adalah satu misi dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM-KM) Poltekkes Bandung.

Wakil Ketua Umum BPM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung Yona Vista Viana mengatakan, BPM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung bergerak di bidang legislatif. Legislatif yang dimaksud memiliki empat fungsi di dalamnya. Yakni, advokasi dan legislasi, budgeting, controling, dan aspirasi.

Dia menjelaskan, fungsi legislasi misalnya. Fungsi ini merupakan tugas utama dari seorang anggota dewan, karena dengan fungsi inilah seorang anggota dewan mampu menyalurkan aspirasi banyaknya produk perundang-undangan yang diciptakan dalam satu periode kerja. Ini merupakan salah satu parameter keberhasilan dari BPM tersebut.

Fungsi pengawasan, BPM mempunyai kewajiban untuk mengawasi kinerja dari lembaga eksekutif. Hal ini bertujuan agar lembaga eksekutif bekerja secara optimal dan sesuai dengan amanat rakyat (mahasiswa).

Sementara fungsi anggaran lanjut dia, sudah seyogianya jika keuangan mahasiswa di pegang oleh mahasiswa itu sendiri. Pengelolaan keuangan ini dipegang dan diatur penggunaannya oleh BPM atau senat mahasiswa.

"Jadi senat atau BPM ini mengevaluasi kinerja dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), sehingga pengelolaan dana keuangan dan pemberian anggaran dilakukan berdasarkan kinerja dari organisasi kemahasiswaan tersebut," jelas Yona.

Terakhir adalah, advokasi. Fungsi ini dilakukan untuk menyampaikan keluhan, masukan, saran dan kritik mahasiswa kepada pihak pengelola  Universitas agar aspirasi serta permasalahan yang ada dapat terselesaikan dengan baik.

Layaknya sebuah organisasi kampus, BPM-KM Poltekkes Kemenkes Bandung memiliki sejumlah agenda rutin yang bisa diikuti oleh setiap anggotanya. Mulai dari training legislatif, rapat koordinasi, rapat kerja, musyawarah besar, kunjungan kerja dan lainnya. "Biasanya ini kita lakukan setahun sekali," ucapnya.

Yona menambahkan, tujuan keberadaan organisasi ini adalah, pihaknya ingin meningkatkan rasa kekeluargaan dan solidaritas antarinternal BPM-KM Poltekkes Bandung. Selain itu, untuk melaksanakan peran fungsi legislatif sesuai dengan AD-ART KM Poltekkes Bandung.

Tak hanya itu, organisasi ini juga memiliki misi sebagai lembaga legislatif yang bereksistensi, energik, dan terasa nyata keberadaannya. Baik di internal kampus Poltekkes Bandung, maupun di eksternal.

"Di sini kita ingin mengoptimalkan peran BPM-KM Poltekkes Bandung dalam menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa Poltekkes Bandung dan menjalin mitra kerja dengan MPM-KM Poltekkes Bandung  secara berkesinambungan. Intinya kita ingin membentuk Poltekkes Bandung lebih baik lagi," paparnya.

Keberadaan organisasi ini, jelas memberikan dampak dan manfaat yang cukup besar bagi setiap anggota yang terlibat di dalamnya. Di sini mereka bisa belajar bagaimana bersosialisasi, bertukar pikiran dengan teman-temannya, saling menghargai pendapat orang lain dan lainnya.

"Dengan bergabung di organisasi ini kita jadi bisa tahu keadaan kampus itu seperti apa, kemudian kesulitan kampus seperti apa, yang dihadapi seperti apa, dan isu-isunya seperti apa. Misalnya tentang  penggunaan dana, undang-undang yang terbaru dan di sini juga kita bisa belajar lebih ke politik," paparnya.

Dia berharap, organisasi ini ke depannya bisa menjadi wadah yang benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung. Tak hanya itu, semua keinginan mahasiswa pun bisa terlaksana dengan baik.

"Keinginan itu misalnya sarana dan prasarana kampus, kemudian tentang kegiatan-kegiatan yang diinginkan mahasiswa, misal seperti pentas seni. Kami ini bisa dikatakan sebagai corong atau jembatannya mahasiswa," tambahnya. (okky adiana)


Editor : suroprapanca