Budayawan: Penghargaan untuk Pahlawan Covid Tak Perlu Menunggu Pandemi Berakhir
Kalangan budayawan mengapresiasi pembangunan Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid Jawa Barat sebagai penghormatan para tenaga kesehatan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kalangan budayawan mengapresiasi pembangunan Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid Jawa Barat.
Upaya Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengabadikan nama-nama nakes di tugu tersebut dinilai sebagai penghormatan bagi para tenaga kesehatan yang telah gugur.
Budayawan Aat Suratin mengatakan, nama para pejuang Covid-19 gugur yang tercantum pada monumen tersebut adalah individu yang telah memilih untuk berkorban menghadapi Covid-19.
“Saya menggunakan termenologi gugur. Apalagi kalau tahu proses mereka gugur, saat awal pandemi kita memerlukan orang yang berani bertaruh nyawa. Mereka ini sebetulnya orang yang mau berkorban dan itu kehormatan bagi mereka sendiri. Karena itu, dalam setiap kesempatan kapanpun juga kalau bisa mengapresiasi mereka kenapa tidak dilakukan itu, relevansinya,” ujar Aat di Bandung, Jumat 5 November 2021.
Baca Juga: Monumen Perjuangan Pahlawan Pandemi Covid Jabar Ukir 291 Nama Nakes dan ASN yang Gugur
Aat menilai, penghargaan pada pahlawan Covid-19 tidak perlu menunggu pandemi berakhir.
“Kan kita gak tahu kapan pandemi berkahir, kenapa tidak setiap saat kita memberikan apresiasi kepada mereka sebagai pahlawan di masa sekarang,” katanya.
Pahlawan sendiri di kacamata budaya menurut saat ini tidak lagi harus punya tugas spesifik. Tapi pada tugas reguler seperti nakes. Dulu pahlawan dianggap sebagai orang di medan perang yang bertempur dengan peluru, meninggal dan dramatis.
Hal yang sama dengan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, terlebih di awal Pandemi mereka harus memakai hazmat dengan waktu yang cukup lama.
“Saya setuju banget mengapa ada monumen penghargaan kepada mereka dan dikaitkan dengan hari pahlawan,” katanya.
Baca Juga: Foto: Pembuatan Monumen Perjuangan Pahlawan Covid-19
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Monumen Gasibu sudah terbangun sejak sebelum pandemi Covid-19. Guna menghormati perjuangan para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajukan ke Pemerintah Pusat Monumen Gasibu sebagai monumen perjuangan pahlawan Covid-19.
“Monumen ini dibangun sebelum Covid-19, bukan dilaksanakan saat Covid-19 ada, tapi selesai menjelang Covid-19 dan merupakan program lama. Sekarang kita akan dedikasikan kepada pahlawan Covid-19 yang meninggal,” ujar Ridwan Kamil di sela peninjauan, Jumat 10 September 2021.
Rencananya, penasbihan Monumen Gasibu sebagai monumen perjuangan pahlawan Covid-19 dilakukan 10 November 2021 bertepatan dengan Hari Pahlawan mengundang Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Ridwan Kamil Gagas Monumen Penghormatan untuk Pejuang Covid-19
Selain pintu gerbang yang kini menjadi fasad Monumen Gasibu, nanti akan ada dua patung yang melambangkan kesedihan sekaligus ketangguhan.
“Gerbangnya membatasi antara masa lalu dan masa depan, darurat - terkendali, sedih - bahagia. Nanti ada dua patung, satu tentang kesedihan dua tentang ketangguhan,” jelas Ridwan Kamil.
Gubernur berharap Monumen Gasibu dapat membangun semangat dan simbol perjuangan rakyat Jabar terhadap Covid-19.***(rianto nurdiansyah)
Editor : inilahkoran

