Bukan Balas Dendam, Begini Cara Atasi Baper dalam Kebaikan! Ustadzah Haneen Akira: Baper Itu Gak Pernah Sembuh

Tidak dihargai oleh teman, pasangan, dan orang tua seringkali membuat kita merasa rendah diri. Terbawa perasaan atau baper.

Bukan Balas Dendam, Begini Cara Atasi Baper dalam Kebaikan! Ustadzah Haneen Akira: Baper Itu Gak Pernah Sembuh
Bukan Balas Dendam, Begini Cara Atasi Baper dalam Kebaikan! Ustadzah Haneen Akira: Baper Itu Gak Pernah Sembuh

INILAHKORAN, Bandung- Tidak dihargai oleh teman, pasangan, dan orang tua seringkali membuat kita merasa rendah diri. Terbawa perasaan atau baper.

Setelah baper, biasanya timbul dendam dan rasa sakit hati yang berlebihan terhadap orang yang menyakiti hati kita tersebut.

Berbagai cara dilakukan untuk membalas, atau mungkin diluapkan dengan tangisan dan amarahnya menyalahkan diri sendiri.

Baca Juga: Sudah Tahu Belum? Ini Bacaan Doa di Pagi Hari Supaya Rizki Berlimpah

Menurut Ustadzah Haneen Akira, hal itu tidak boleh dilakukan dalam Islam. Dikutip dari akun Tiktok miliknya haneenakira, ia menjelaskan hal yang harus dilakukan hamba Allah ketika sedang baper.

Yaitu dengan tidak menolak perasaan sakit karena baper itu, tapi menerima dan menjadikannya sebagai batu loncatan untuk beramal sholeh.

“Tahan rasa bapernya untuk kita curhatin ke Allah SWT,” jelas Ustadzah Haneen Akira.

Baca Juga: Persib Cuma Punya 14 Pemain, Laga Persib Vs PSM Gagal Tanding

Allah pasti dengarkan semua keluh kesah kita. Jadikan baper itu senjata baru untuk lebih mengandalkan Allah dalam setiap situasi dibandingkan makhluk.

“Jangan sembuhkan bapermu, tapi arahkan menuju kebaikan,” lanjutnya.

Karena menurutnya, baper itu tidak bisa sembuh. Nikamti rasa baper itu dengan lebih dalam terhadap kehadiran Allah.

Baca Juga: Jangan Tergoda Setan, Lakukan Ini Supaya Kamu Dapat Kenikmatan Beramal Sholeh!

Alasan Allah memberi perasaan adalah sebagai sumber energi kita dalam berprasangka terhadap makhluk dan Allah yang menciptakan.

“Kita bangkitkan perasaan kita, kobarkan semangat kebaikan,” tutupnya.

Semua bisa dilalui dengan nikmat melalui perasaan baper atau sakit yang kita rasakan. Jadi jangan bersedih hati lagi, ya!***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran