Bukan Halu....Situs Keramat Gununghalu Ini Kerap Dikunjungi Wisatawan Singapura, Apa Sih Istimewanya?

Berkunjung ke wilayah Gununghalu, tak lengkap rasanya jika tak mendatangi Situs Gununghalu di Desa Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Bukan Halu....Situs Keramat Gununghalu Ini Kerap Dikunjungi Wisatawan Singapura, Apa Sih Istimewanya?
Situs keramat di Gununghalu


INILAHKORAN, Ngamprah - Berkunjung ke wilayah Gununghalu, tak lengkap rasanya jika tak mendatangi Situs Gununghalu yang berlokasi di Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berada pada ketinggian 931 mdpl. Situs Gununghalu merupakan situs makam tua yang dipercaya sebagai keturunan dengan Kerajaan Galuh. Di sekitar kawasan situs terdapat beberapa tumpukan batu yang merupakan petilasan dari Eyang Gununghalu dan keturunan lain dari Kerajaan Galuh.

Perlu diketahui, asal mula nama Gununghalu pun berasal dari tokoh yang dimakamkan di situs tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Heri Partomo menyebut, menurut pengakuan orang yang mengelola kawasan tersebut, Situs Gununghlau merupakan tempat mengadu ilmu pada zaman dahulu dengan orang Banten.

Baca Juga: Merinding! Mitos di Balik Makam Keramat Pasarean, Eyang Jaga Raksa Penjaga Tempat Berkumpul Raja Terdahulu

"Situs Gununghalu sendiri merupakan makam yang paling tua dibandingkan dengan makam Prabu Lingga Hiyang dan Prabu Lingga Wastu yang berada di Kecamatan Cipatat, kedua makam tersebut masih satu keturunan dengan Eyang Gununghalu," katanya, Rabu 20 Oktober 2021.

Menurutnya, belum terdapat sumber sejarah yang jelas lantaran belum ada manuscript pasti yang menceritakan mengenai Eyang Gununghalu dengan keterkaitan Kerajaan Galuh.

"Aktivitas Wisata yang dapat dilakukan di kawasan ini yaitu wisata sejarah dan wisata ziarah," tuturnya.

Ia menyebut, wisatawan yang berkunjung ke Situs Gununghalu berasal dari Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan, serta wisatawan asing yang berkunjung ke kawasan ini yaitu berasal dari Singapura.

"Luas area dari Situs Gununghalu yaitu 617 m2," ujarnya.

Secara kepemilikan lahan, lanjut dia, lahan tersebut merupakan lahan milik pribadi dan dikelola oleh keturunan dari Eyang Gununghalu.

Baca Juga: Modus Pinjam Uang Ghaib, Pria Asal Bandung Barat Diciduk Polisi

"Secara kualitas lingkungan kawasan Situs Gununghalu masih sangat baik karena tidak ada pencemaran polusi udara dan sampah, karena lokasi dari Situs Gununghalu ini sendiri berada di atas bukit," bebernya.

Ia menilai, tidak adanya papan penunjuk jalan menuju kawasan sedikit menyulitkan wisatawan yang akan berkunjung ke Situs Gununghalu.

"Jadi harus menanyakan ke warga sekitar untuk mengetahui lokasi tepatnya," ujarnya.

Adapun fasilitas yang disediakan di kawasan tersebut, sambung dia, yaitu berupa shelter yang biasa digunakan oleh para peziarah yang menginap di Situs Gununghalu.

"Belum terkelolanya kawasan ini dengan maka fasilitas yang disediakan pun sangat minim," ujarnya.

Ia menyebut, jarak dari pusat kota kecamatan 1,2 km. Cara pencapaian menuju kawasan bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun menggunakan kendaraan umum.

"Kendaraan umum yang digunakan menuju kawasan yaitu elf dengan tujuan Gununghalu–Ciwidey dengan tarif Rp. 15.000. Namun demikian, kendaraan umum tersebut terjadwal mulai dari pagi, siang dan sore hari.

Ia menjelaskan, kondisi akses menuju kawasan masih belum dibangun secara baik karena sebagian ground cover akses sudah berupa aspal sedangkan sebagian laginya masih berupa bebatuan dan tanah merah.

"Untuk menuju Situs Gununghalu wisatawan harus trekking menaiki bukit dan melewati ladang penduduk untuk sampai ke kawasan, Jarak dari jalan desa yaitu 500 m," jelasnya. (agus satia negara) ***

 
 


Editor : inilahkoran