Bukan Kaleng-kaleng, PKS Sebut Aher Paling Cocok Dipasangkan Dengan Anies

DPP PKS sepakat mengajukan nama Wakil Ketua Dewan Syura Ahmad Heryawan (Aher) sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan.

Bukan Kaleng-kaleng, PKS Sebut Aher Paling Cocok Dipasangkan Dengan Anies
DPP PKS sepakat mengajukan nama Wakil Ketua Dewan Syura Ahmad Heryawan (Aher) sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan./Rianto Nurdiansyah

INILAHKORAN, Bandung-DPP PKS sepakat mengajukan nama Wakil Ketua Dewan Syura Ahmad Heryawan (Aher) sebagai Calon Wakil Presiden (cawapres) mendampingi Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan.

Sosok Aher dinilai memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh partai koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat.

DPP PKS menilai Aher memiliki rekam jejak dan pengalaman yang cukup mempuni untuk mengatur pemerintahan dan memiliki prestasi yang baik disandingkan nama-nama lain yang telah diajukan oleh partai koalisi kepada Anies Baswedan.

"Pak Aher ini adalah mantan Gubernur Jawa Barat dua periode, dengan akhir jabatan yang baik tanpa ada masalah. Artinya kita juga mengajukan nama untuk Cawapres bukan yang kaleng-kaleng," kata ketua DPP PKS Ledia Hanifah, Selasa (28/2/2022). 

Ledia mengatakan, meskipun penentuan Cawapres diserahkan sepenuhnya kepada Capres Anies Baswedan, namun kata Ledia, Aher memiliki basis yang sangat kuat. Ledia menjelaskan bahwa basis pendukung Aher bukan hanya Jawa Barat namun saat ini sudah menasional.

"Kita harus realistis untuk menentukan siapa pasangan Anies dengan pertimbangam dari berbagai sisi, jadi meskipun yang menentukan itu Aneies kita juga mengajukan pasangan yang cocok," kata dia. 

Selain itu Menurutnya, Aher adalah salah seorang tokoh yang sangat cocok dan sudah memiliki chemistry dengan Anies, telebih PKS telah punya pengalaman yang baik dengan Anies ketika di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. 

"Jadi untuk memenangkan pemimpi juga harus didukung oleh wakilnya yang mempuni, bukan hanya kecocokan saja," katanya. 

Terkait kekuatan koalisi partai Ledia mengatakan, hingga saat ini masih kuat tidak akan ada yang meninggalkan koalisi hingga samapai saat ini, terlebih ada saat ini juga masing-masing partai sudah mengajukan nama cawapres, disamping Partai Nasdem yang sudah mengajukan Anies Baswedan sebagai Capres. 

"Justru dengan masing-masing partai mengajukan nama Cawapres ini koalisi lebih kuat lagi," katanya. 

Menurutnya, opsi beberpa nama yang diajukan ini juga menjadi pertimbangan agar Pilpres 2024 nanti tidak mengulang jadian Piplres 2019 lalu ketika masyakarat Indoensia terbelah menjadi dua. 

"Mengusung siapa saja boleh berkoalisi dengan partai mana saja silahkan, tapi jangan jadi ada perpecahan dibawah itu yang paling penting," katanya. 

Langkah PKS saat ini untuk Pemilu 2024 selain sesuai diperintah oleh presiden PKS yang harus mendorong menaikan elektabilitas Anies Baswedan, juga harus mensuksekan dan menaikan capaian kemenangan PKS di kursi Legislatif. Dengan demikian kata Ledia, PKS tidak leha-leha menggantungkan kepada Anoes. 

"Memang dengan adanya koalisi perubahan dengan memajukan nama Anies ini elektabilitas PKS naik cukup signifikan, namun bukan berati kita mengandalakan Pak Anies, kita tetap harus bergerak memenangkan PKS," kata Ledia. (Riantonurdiansyah)***


Editor : JakaPermana