Bupati Bandung Dadang : Normalisasi Sungai Ciputat Sudah Capai 35 Persen
Normalisasi Sungai Ciputat yang dilaksanakan secara pentahelix itu, untuk penanggulangan banjir yang kerap merendam kawasan Desa Tegalluar dan sekitarnya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Normalisasi Sungai Ciputat di Desa tegalluar Kecamatan bojongsoang, telah mencapai 35 persen.
Normalisasi Sungai Ciputat yang dilaksanakan secara pentahelix itu, untuk penanggulangan banjir yang kerap merendam kawasan Desa tegalluar dan sekitarnya
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, pengerjaan normalisasi Sungai Ciputat melalui program pentahelix ini dalam rangka percepatan penanganan banjir di Desa tegalluar.
Program pentahelix ini melibatkan Pemkab Bandung, para pengusaha, akademisi, masyarakat dan media, sehingga diharapkan menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan banjir di desa tersebut.
Di lokasi pengerjaan normalisasi Sungai Ciputat itu sebelumnya terlihat dalam kondisi mirip selokan yang dangkal dan sempit. Sehingga melalui optimalisasi penanganan banjir di Desa tegalluar itu, aliran Sungai Ciputat dinormalisasi dan dikembalikan ke kondisi semula untuk mempercepat aliran air dalam upaya percepatan penanganan banjir di Desa tegalluar.
Dadang menegaskan progres pengerjaan normalisasi Sungai Ciputat sudah mencapai 35 persen dengan sasaran pengerjaan sepanjang 2,7 km.
Alat berat pun terlihat sedang melakukan pengerjaan normalisasi sungai tersebut yang dilakukan dari bagian hilir ke arah hulu atau titik genangan air.
"Insya Allah selesai akhir Desember 2025 ini, " kata Dadang di Soreang, Senin 8 Desember 2025.
Dadang menyebutkan, sebagian lahan yang ada di lokasi pengerjaan normalisasi sungai itu dikembalikan ke hakulah, sebagaimana awal dari kondisi selokan lebarnya 12 meter.
"Kami meminta kepada para pemilik lahan di perbatasan karena hakulah untuk dikembalikan lagi kepada pemerintah. Mengingat, normalisasi ini penting untuk mengurangi dan membantu percepatan lokasi atau lahan yang masih tergenang banjir setiap turun hujan," ujarnya.
Dadang melanjutkan, sebagaimana disebutkan dalam Perda (Peraturan Daerah) tentang Tata Ruang, bahwa setiap pengembang atau perusahaan yang ada di wilayah Desa tegalluar dalam mengajukan izin usaha itu minimal harus memberikan hibah lahan untuk persiapan pembangunan danau retensi sebesar 10 persen.
"Kami juga meminta kesadarannya supaya program pentahelix ini bisa berhasil, dan program untuk penanganan banjir di wilayah tegalluar dan sekitarnya bisa selesai,"katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

