Bupati Rudy Lantik 6 Eselon 2 Hasil Seleksi

Bupati Garut Rudy Gunawan akhirnya melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama (PPTP) atau pejabat eselon dua hasil seleksi di Lapangan Setda Garut Jalan Pembangunan, Senin (2/12/2019).

Bupati Rudy Lantik 6 Eselon 2 Hasil Seleksi
(Foto: Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Bupati Garut Rudy Gunawan akhirnya melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama (PPTP) atau pejabat eselon dua hasil seleksi di Lapangan Setda Garut Jalan Pembangunan, Senin (2/12/2019).

Keenam pejabat tersebut yakni Ade Hendarsyah sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Garut dari semula Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Lalu Luna Aviantrini sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dari semula Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). 

Ede Komara Nugraha dilantik sebagai Kepala Dinas Perkim dari semula Fungsional P2UPD Madya Inspektorat Daerah Pemkab Garut. Selanjutnya, Muksin sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dari semula Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemkab Garut. 

Selanjutnya, Nia Gania Karyana sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari semula Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu, dan Husodo D Adi sebagai Direktur RSUD dr Slamet Garut dari semula Fungsional Dokter Madya RSUD dr Slamet.

Pada kesempatan tersebut, Rudy juga melantik Natsir Alwi sebagai Sekretaris Inspektorat Daerah Garut dari semula Kepala Bagian Organisasi Setda Garut, Rd Satria Budi sebagai Sekretaris DPMPT dari semula Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran, dan Ahmad Mulyana sebagai Sekretaris Dinas Perkim dari semula Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim.

Terakhir, Rudy melatik Mamun sebagai Sekretaris Disparbud dari semula Kepala Bidang Pariwisata Disparbud.

Sebelumnya usai memimpin Apel di Lapangan Apel Setda Garut pada 21 Oktober 2019, Bupati Rudy sempat menyatakan dirinya kecewa terhadap hasil seleksi terbuka untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lima Dinas, dan satu BLUD RSU dr Slamet Garut. Pasalnya, nilai diperoleh setiap peserta tidak memuaskan. Bahkan nilai diperoleh tiga besar hasil seleksi saja masih di bawah angka delapan.

“Seharusnya nilai seleksi untuk tiga besar calon kepala dinas di masing-masing dinas, dan Dirut RSU memuaskan. Seharusnya tiga terbaik ini nilainya di atas delapan. Kalau ini semuanya di bawah delapan,” kata Rudy.

Rudy pun mengklaim sudah mengirim surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tentang hasil uji kompetensi pejabat tinggi pratama itu, dan meminta petunjuk serta arahan mengenai bisa atau tidaknya diangkat. Hal itu karena dia menilai hasil seleksi didapat menunjukkan para peserta seleksi tak siap memangku jabatannya.

Rudy bahkan menyatakan kemungkinan dilakukan seleksi ulang agar diperoleh hasil nilai memuaskan.  

Hasil seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Garut sendiri dirilis Pansel pada 17 Oktober 2019.(zainulmukhtar)


Editor : Bsafaat