Buruan Sae dari Pekarangan Warga ke Program Nasional MBG

Program Buruan Sae di Kota Bandung menunjukkan transformasi signifikan dari gerakan urban farming berbasis pekarangan warga, menjadi bagian dari ekosistem pendukung program nasional MBG

Buruan Sae dari Pekarangan Warga ke Program Nasional MBG
Buruan Sae berkontribusi besar dalam menopang ketahanan pangan dan berlanjut ke program MBG.

INILAHKORAN.ID - Program Buruan Sae di Kota Bandung menunjukkan transformasi signifikan dari gerakan urban farming berbasis pekarangan warga, menjadi bagian dari ekosistem pendukung program nasional makan bergizi gratis (MBG). 

Program Buruan Sae yang digagas Pemkot Bandung untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga itu, kini berperan lebih luas dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, MBG tidak hanya dimaknai sebagai penyediaan makanan gratis. Tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan pangan lokal yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Buruan Sae dinilai memiliki kapasitas untuk menopang kebutuhan pangan khususnya sayuran bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

MBG tidak hanya menyediakan makanan gratis, tetapi juga memberdayakan pangan lokal. Buruan Sae di Kota Bandung mampu mendukung kebutuhan, khususnya sayuran untuk SPPG selama peluang itu dibuka,” kata Gin Gin Ginanjar, Sabtu 17 Januari 2026.

Seiring meningkatnya peran Buruan Sae, DKPP Kota Bandung telah menyiapkan Koperasi Buruan Sae sebagai wadah pengumpulan dan distribusi hasil produksi kelompok. Koperasi ini, diharapkan menjadi penghubung antara kelompok Buruan Sae dengan kebutuhan pangan dalam skala lebih besar termasuk untuk program MBG.

“Kami sudah menyiapkan Koperasi Buruan Sae sebagai wadah pengumpulan hasil produksi kelompok. Dengan lebih dari 500 kelompok, kami siap mendukung kebutuhan pangan MBG,” ucapnya.

Buruan Sae sendiri, telah berkembang pesat sejak berdiri pada 2020. Dari aktivitas pemanfaatan pekarangan rumah warga, program ini kini menjadi model urban farming yang terorganisasi dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan kota. Perkembangan tersebut, juga mendapat pengakuan luas melalui berbagai penghargaan.

Gin Gin mengungkapkan, hingga saat ini Buruan Sae telah meraih sekitar 40 penghargaan di tingkat regional, nasional dan internasional. Penghargaan internasional, di antaranya diraih di Brasil pada 2022, di Bangkok sebagai proposal terbaik dan di Milan, Italia pada 2025 untuk kategori food waste dan ekonomi sirkular.

“Penghargaan-penghargaan tersebut menjadi bukti, bahwa Buruan Sae bukan hanya program lokal. Tetapi memiliki nilai dan dampak yang diakui secara global,” ujar dia.

Selain Buruan Sae, DKPP Kota Bandung juga memperoleh penghargaan inovasi pelayanan publik dari Kementerian PANRB melalui program Laman Hati yakni sistem manajemen kesehatan hewan terintegrasi berbasis aplikasi. Inovasi itu, melengkapi pendekatan ketahanan pangan dan kesehatan yang terintegrasi di Kota Bandung.

"Dengan transformasi dari gerakan berbasis komunitas menuju pendukung program nasional, Buruan Sae diharapkan terus memperkuat perannya sebagai fondasi ketahanan pangan perkotaan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti