Buruh Pabrik Tewas Mengambang dan Terikat di Situ Cileunca
Ikbal Permana (20), warga Kampung Kapas Desa Wanasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung ditemukan tewas mengenaskan di Situ Cileunca, Selasa (25/6/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Ikbal Permana (20), warga Kampung Kapas Desa Wanasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung ditemukan tewas mengenaskan di Situ Cileunca, Selasa (25/6/2019).
Pria yang berprofesi sebagai buruh pabrik, itu tewas dengan kondisi tubuh mengambang dan terikat tali rapia. Pihak Kepolisian mengamankan dua orang berinisial DN (20) dan RD (19) yang diduga sebagai pelaku.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pada Minggu (23/6) lalu, sekitar pukul 16.00 WIB korban bersama terduga Rudi mendatangi rumah Dendi menggunakan sepeda motor. Mereka sambil membawa minuman keras (miras) dengan jenis intisari.
"Ketiganya minum miras. Sekitar pukul 18.00 Wib, korban tiba-tiba mengamuk dan memecahkan kaca rumah dengan tangan kosong. Melihat itu, kedua pelaku langsung memukuli korban dibagian wajah dengan tangan kosong," kata Wisnu, Rabu (26/6/2019).
Menurut Wisnu kedua pelaku kemudian mengikat tubuh korban dengan tali plastik yang berada tidak jauh dari rumah. Selanjutnya, usai diikat, korban dibawa ke pinggir Sungai Cileunca dengan jarak kurang lebih 7 meter dari rumah dan langsung diceburkan.
"Korban terlihat masih meronta dan berusaha berteriak. Kedua pelaku langsung masuk ke Situ dan menenggelamkan korban sampai korban tidak bergerak," ujarnya.
Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku meninggalkan korban. Korban Ikbal ditemukan oleh warga karena mengambang pada Selasa (25/6) kemarin. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan otopsi.
Wisnu menambahkan, barang bukti yang diamankan yaitu pakaian pelaku dan korban, tali rapia palstik, satu sepeda motor dan percakapan antara kedua pelaku. Kasusnya sendiri ditangani oleh Reskrim Polsek Pangalengan. Sedangkan keduanya dijerat pasal 170 atau 338 KUHP. (Rd Dani R Nugraha).
Editor : Bsafaat


